Bank juga terus meningkatkan efisiensi energi operasional melalui pemasangan panel surya di dua gedung kantor, modernisasi peralatan kantor, dan pembelian Sertifikat Energi Terbarukan alias Renewable Energy Certificates (REC). Inisiatif itu, memungkinkan CIMB Niaga mencapai target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Cakupan 1 & 2 sebesar 46 persen dibanding posisi awal (baseline) tahun 2019. 

Selain itu, bersama CIMB Group, bank secara rutin memantau pencapaian target dekarbonisasi interim pada enam sektor dengan intensitas emisi karbon tinggi, yaitu tambang batu bara termal, kelapa sawit, semen, ketenagalistrikan, real estat, serta minyak dan gas bumi. Hingga 2024, lebih dari 50 persen atau empat dari enam target Net Zero sektor spesifik tahun 2030 telah menunjukkan kinerja sesuai dengan skenario acuan. 

Selain itu, CIMB Niaga juga terus memberikan dampak sosial dan lingkungan yang berarti melalui empat pilar tanggung jawab sosial dan lingkungan Perusahaan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), mencakup pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan ekonomi, serta iklim dan lingkungan. Pada 2025, inisiatif ini menjangkau lebih dari 10 ribu penerima manfaat bidang pendidikan, dan mendukung sekitar 3.300 penerima manfaat melalui program #CegahStunting bekerja sama dengan UNICEF. 

Dalam pilar pemberdayaan ekonomi, iklim, dan lingkungan, bank memberdayakan hampir 1.000 UMKM, termasuk usaha kaum wanita, penyandang disabilitas Indonesia Timur, dan menanam lebih dari 115 ribu pohon bambu dengan potensi penyerapan karbon lebih dari 15 ribu ton CO?. “Capaian keberlanjutan kami dalam pembiayaan, dekarbonisasi, dan pemberdayaan masyarakat mencerminkan komitmen CIMB Niaga untuk tumbuh secara bertanggung jawab sekaligus berkontribusi positif bagi masyarakat, dan lingkungan. Kami akan terus mengintegrasikan keberlanjutan dalam strategi bisnis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif, dan resilient,” ucap Lani. (*)