Kinerja Solid, ELSA Beber Strategi Bisnis 2026
Elnusa Trans Samudera terus tumbuh dalam industri energi. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Saham Elnusa (ELSA) menembus level tertinggi sepanjang sejarah alias all time high (ATH) di kisaran Rp770 per lembar. Secara year-to-date (ytd), saham ELSA telah menguat lebih dari 40 persen, mencerminkan respons positif pasar atas konsistensi kinerja operasional, dan prospek pertumbuhan dinilai solid oleh investor.
Pergerakan saham itu, terjadi seiring peningkatan minat investor terhadap emiten jasa energi dengan fundamental kuat, portofolio bisnis terdiversifikasi, dan eksposur strategis terhadap ketahanan energi nasional. Kinerja saham ELSA juga menunjukkan tren sejalan peningkatan kualitas eksekusi proyek, disiplin operasional, dan pengelolaan risiko berkelanjutan sepanjang 2025.
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, menyampaikan apresiasi pasar terhadap saham ELSA tidak terlepas dari capaian kinerja operasi tetap resilien di tengah dinamika industri energi. “Sepanjang 2025, Elnusa mampu menjaga kesinambungan kinerja melalui penguatan operational excellence, penerapan teknologi tepat guna, dan budaya keselamatan kerja konsisten seluruh lini bisnis,” ujarnya.
Pada segmen jasa hulu migas terintegrasi, Elnusa berhasil menyelesaikan sejumlah proyek seismik strategis berbagai wilayah kerja utama. Keberhasilan itu, menegaskan kapabilitas teknis, dan manajerial dalam mendukung aktivitas eksplorasi, pengembangan migas secara tepat waktu, efisien, dan berstandar tinggi, menjadi salah satu penopang keberlanjutan pendapatan.
Pada lini Oil Field Services, Elnusa menuntaskan lima sumur HWU-150K di wilayah kerja Pertamina EP Cepu dengan penerapan standar HSSE secara penuh, dan tanpa insiden keselamatan. Pada bisnis EPCOM, Elnusa menyelesaikan proyek EPC Booster Pump lebih cepat dari jadwal, mengamankan kontrak baru lingkungan Pertamina Group, mencerminkan keandalan eksekusi proyek, dan tingkat kepercayaan pelanggan berkelanjutan.
Kontribusi signifikan juga datang dari segmen distribusi dan logistik energi melalui Elnusa Petrofin, mencatat pertumbuhan volume penyaluran bahan bakar 29 persen, dan perolehan 42 proyek baru sepanjang 2025. Kinerja itu, memperkuat posisi Elnusa sebagai bagian penting dalam rantai pasok energi nasional sekaligus memperluas basis pendapatan berulang (recurring).
Pada segmen jasa penunjang migas, Elnusa memperluas jejak internasional melalui ekspansi layanan OCTG di Aljazair, dan keterlibatan dalam proyek survei seismik 3D di perairan Songkhla, Tailan. Di sisi lain, bisnis data dan warehouse management mengelola 253 kontrak aktif dengan tingkat utilisasi aset mencapai 95 persen. Pencapaian itu, mencerminkan efisiensi pengelolaan aset, dan stabilitas kinerja operasional anak usaha Elnusa.
Memasuki 2026, Elnusa mengusung arah strategis “Rediscover Technology and Innovation Edge” fokus pada penguatan operational excellence berbasis inovasi, efisiensi biaya melalui cost leadership, sinergi lebih terintegrasi dalam ekosistem Elnusa Group, dan Pertamina Group. Dengan fondasi fundamental kuat, dan strategi pertumbuhan terarah, perseroan optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan. (*)
Related News
Data Center Dominan, DMAS Koleksi Marketing Sales Rp1,6 Triliun
MDIY Geber MESOP Jutaan Lembar Harga Premium
Bunga Menarik, ENRG Mulai Tawarkan Obligasi Rp1,15 Triliun
ADMF Jajakan Surat Utang Rp2,5 Triliun, Bunganya Segini
Lampaui Target, KIJA Catat Marketing Sales Rp3,6 Triliun
Perluas Jangkauan Ekspor, Indospring (INDS) Bidik Pasar Timur Tengah





