EmitenNews.com - PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) berencana meluncurkan produk alat kesehatan dan diagnostik baru mulai semester II 2026. Selain itu, PRDL juga tengah membidik ekspansi jaringan distribusi ke lebih dari 200 kabupaten/kota.

Direktur Utama PRDL, Cristina Sandjaja mengatakan, saat ini PRDL memiliki lebih dari 1.083 SKU produk aktif, menjangkau 38 provinsi dan 370 kabupaten/kota, serta telah digunakan oleh lebih dari 7.600 pelanggan di Indonesia. Jaringan tersebut mencakup sekitar 7.000 puskesmas, 300 rumah sakit, 317 dinas kesehatan kabupaten/kota.

“Saat ini kami punya 70 distributor dan berencana menambah dengan cakupan yang lebih luas. Saat ini di kabupaten/kota masih di angka 300-an, jadi masih ada sekitar 200 yang belum kami cover,” ujar Cristina di main hall  Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/7).

Selain itu, PRDL juga menargetkan pertumbuhan double digit baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih pada semester II 2026.

Adapun sebanyak 62 persen dana IPO digunakan untuk membayar utang produktif. Sisanya, 20 persen untuk modal kerja (capital), dan 10-20 persen untuk capex.

Cristina menjelaskan, anggaran capex yang bakal digelontorkan akan difokuskan untuk pembelian mesin-mesin penunjang untuk produk baru.

“Kalau capex itu lebih ke pembelian raw mateiral untuk menunjang produk baru. Karena, kan, produk baru berarti harus ada raw material. Tahun ini kami hanya akan menggunakan IPO Proceed,” ungkap Cristina.

Adapun pada perdagangan perdananya, PRDL menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) dengan naik 35 persen atau nauk 42 poin ke level Rp162.