Kinerja Solid, Penjualan Emas Antam Tembus Rp68,41 Triliun
:
0
Suasana area pertambangan milik Aneka Tambang. Foto - Dok ANTM
EmitenNews.com - Aneka Tambang alias Antam (ANTM) periode Januari–September 2026 mencatat laba periode berjalan Rp9,66 triliun, meningkat 46 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp6,61 triliun. Capaian Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) tumbuh 45 persen atau mencapai Rp13,48 triliun, dibanding edisi sama tahun lalu Rp9,33 triliun. Itu mencerminkan peningkatan kinerja, dan efektivitas operasional perusahaan.
Direktur Utama Antam, Untung Budiharto menyebut, capaian kinerja positif itu, menunjukkan kemampuan Antam dalam menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri pertambangan. “Kami terus memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi operasional, penguatan strategi komersial, pengembangan portofolio usaha untuk menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi perusahaan, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Untung.
Penguatan kinerja usaha Antam tercermin dari pertumbuhan profitabilitas berkelanjutan. Antam membukukan laba kotor Rp15,56 triliun, meningkat 42 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp10,98 triliun. Sejalan peningkatan laba kotor, Antam berhasil mencatat laba usaha Rp12,05 triliun, tumbuh 53 persen dibanding capaian edisi sama tahun lalu Rp7,89 triliun. Pertumbuhan itu, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan peluang pasar sekaligus menjaga kualitas kinerja operasional di tengah volatilitas harga komoditas dunia, dan dinamika industri pertambangan.
Kontribusi positif juga dari entitas asosiasi dengan membukukan keuntungan Rp300,58 miliar, meningkat 115 persen dibanding episode sama tahun lalu Rp 140,03 miliar. Dengan berbagai capaian itu, Antam mencatat laba bersih per saham dasar Rp367,78 per helai, naik 48 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp248,62 per lembar. Peningkatan itu, menegaskan kemampuan perusahaan menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham melalui pertumbuhan kinerja sehat, dan berkelanjutan.
Fundamental keuangan Antam makin kuat, tercermin dari pertumbuhan aset, dan ekuitas solid. Total aset Rp59,74 triliun, meningkat 24 persen dibanding edisi sama tahun lalu Rp48,07 triliun. Ekuitas meningkat 17 persen menjadi Rp41,22 triliun dari Rp35,20 triliun. Kenaikan ekuitas itu, menunjukkan makin kuatnya struktur permodalan dalam mendukung pengembangan usaha, dan pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Antam menjaga posisi likuiditas kuat, dengan kas dan setara kas Rp10,54 triliun, tumbuh 14 persen dari Rp9,26 triliun. Didukung implementasi strategi operasional dan manajemen keuangan yang tepat, arus kas bersih Perusahaan dari aktivitas operasi mencapai Rp 5,06 triliun, naik 26 persen dari Rp4,02 triliun. Capaian arus kas bersih dari aktivitas operasi itu, didukung penerimaan kas dari pelanggan Rp87,92 triliun, meningkat 29 persen dari p68,24 triliun, sejalan pertumbuhan penjualan, dan pengelolaan modal kerja efektif.
Keunggulan Operasional Mendorong Kinerja Antam
Antam senantiasa melaksanakan beyond operation excellence dalam kegiatan operasional bertumpu pada 5 (lima) pilar yakni safety resilience, productivity & quality, low cost operation, green mining industry dan continuous improvement untuk mencapai kinerja operasional positif. Penguatan operasional itu, sejalan kinerja penjualan Antam terus tumbuh. Antam mencatat penjualan bersih Rp88,48 triliun, tumbuh 23 persen dibanding edisi sama tahun lalu Rp72,03triliun.
Penjualan domestik berkontribusi Rp83,86 triliun atau setara 95 persen dari total penjualan bersih Antam. Penjualan domestik meningkat 21 persen dibanding edisi sama 2025, mencerminkan kuatnya penyerapan pasar dalam negeri terhadap produk emas, bijih nikel, dan bijih bauksit Antam. Kinerja Antam itu, mencerminkan peningkatan kualitas profitabilitas dengan margin laba makin baik, sekaligus penguatan posisi kas sebagai landasan fleksibilitas keuangan.
“Capaian tersebut didukung pengelolaan modal kerja efektif, pengendalian biaya disiplin, dan penerapan manajemen risiko terukur, sehingga Antam dapat menjaga fundamental keuangan solid secara berkelanjutan,” tegas Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira.
Related News
BACH ARB, Liabilitas Bengkak, dan Laba Terbang 32 Persen
ARB, Laba Emiten H Isam Melejit 55,91 Persen
Laba Bersih ANTAM Naik 46% Rp9,66 T di 9M26, Ini Penunjangnya
Tambah Porsi, Enam Direktur Kini Kuasai Hampir 19 Juta Saham BRMS
Perkuat Konektivitas Udara, Garuda Kembali Layani Rute Makassar-Palu
Raih Persetujuan PMTHMETD, Begini Rencana Besar Ultra Voucher (UVCR)





