EmitenNews.com - PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) atau ANTAM meraih kinerja yang positif sembilan bulan pertama tahun 2026 (Januari–September 2026, 9M26). Hingga kuartal ketiga tahun ini laba periode berjalan sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode sembilan bulan pertama tahun 2025 sebesar Rp6,61 triliun.

Penjualan domestik mendominasi kinerja ANTAM yang berkontribusi sebesar 95% dari total penjualan badan usaha milik negara hingga kuartal ketiga tahun ini sebesar Rp83,86 triliun. Produk emas menjadi kontributor terbesar penjualan ANTAM dengan proporsi 77% terhadap total penjualan ANTAM pada 9M26.

Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto mengatakan capaian kinerja di sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan kemampuan ANTAM dalam menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri pertambangan.

“Kami terus memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi operasional, penguatan strategi komersial, serta pengembangan portofolio usaha untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Untung dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/10/2026).

Untung menambahkan capaian Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) Perusahaan pada 9M26 juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 45% atau mencapai Rp13,48 triliun, dibandingkan EBITDA pada 9M25 sebesar Rp9,33 triliun, yang mencerminkan peningkatan kinerja dan efektivitas operasional Perusahaan.

Penguatan kinerja usaha ANTAM sepanjang 9M26 tercermin dari pertumbuhan profitabilitas yang berkelanjutan. ANTAM membukukan laba kotor sebesar Rp 15,56 triliun pada 9M26, meningkat 42% dibandingkan periode 9M25 sebesar Rp10,98 triliun.

Sejalan dengan peningkatan laba kotor, ANTAM berhasil mencatatkan laba usaha sebesar Rp12,05 triliun pada 9M26, tumbuh 53% dibandingkan capaian 9M25 sebesar Rp7,89 triliun.

Untung mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan kemampuan Perusahaan dalam mengoptimalkan peluang pasar sekaligus menjaga kualitas kinerja operasional di tengah volatilitas harga komoditas dunia dan dinamika industri pertambangan.

Kontribusi positif juga berasal dari entitas asosiasi yang membukukan keuntungan sebesar?Rp300,58 miliar, meningkat 115% dibandingkan capaian 9M25 sebesar Rp140,03 miliar. Dengan berbagai capaian tersebut, ANTAM mencatatkan laba bersih per saham dasar sebesar Rp 367,78 per saham pada 9M26, naik 48% dibandingkan R p248,62 per saham pada 9M25

“Peningkatan ini menegaskan kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah saham melalui pertumbuhan kinerja yang sehat dan berkelanjutan,” kata Untung.