Mengenai kebiasaan berhemat, mereka menuturkan berani investasi 60 – 70% karena sudah terlatih oleh ahli-ahli dibidangnya.


“Karena kami sudah terlatih sama ahli dengan baca buku dan ikut seminarnya, jadi kami berani hajar 60 – 70% untuk investasi,” kata Tomi.


Motivasi mereka untuk tetap bertahan dalam melakukan investasi adalah sosok bos mereka, Putra dan kedua orang tua. Putra pun memuji etos kerja dan prinsip kedua asisten pribadinya ini.


“Setiap kali memulai itu gampang, tapi yang sulit itu adalah bertahan akan pilihan. Dan kalian bisa,” puji Putra 


Next goal

Ditanya soal rencana membuka bisnis, Anthony dan Kustomi merasa sudah cocok bekerja di dunia pasar modal dan sudah belajar dari mentor dan lingkungan yang mendukung. Mereka meyakini jika membuka bisnis, mereka perlu waktu untuk belajar dari nol lagi. 


“Udah cocok di saham. Bisa belajar dari satu mentor dan mentor lainnya buat kita jadi bertumbuh terus, ditambah lingkungan yang support. Kalau buka bisnis, harus belajar lagi. Ulang lagi. Kalau bangkrut gimana?” ungkap Tomi.


“Investasi bisnis paling enak. Kalau dikasih uang 1 miliar untuk investasi, paling pusing berapa lot yang harus dijual atau beli. Kalau bisnis, harus pikirin banyak, gaji karyawan,” tambahnya.


Pesan untuk anak muda

Dari kacamata Antony, harus komitmen. Sisihkan uang untuk investasi jangka panjang. Sisihkan uang juga untuk hadiri seminar expert di bidangnya. Dengan mengikuti seminar, akan membuka otak/cara berpikir kita mengenai cara kelola keuangan.


“Semua orang bisa invest, yang penting bagaimana kita belajar liat saham, cara beli saham. Jangan hanya ikut-ikutan,” tutup Tony.


Sementara Kastomi, mencari mentor untuk hidup dari segala sisi. Tekuni satu bidang, kemudian jalani dengan konsisten, disiplin, dan komitmen. (LW)