IDXINDUST

 0.08%

IDXINFRA

 0.09%

IDXCYCLIC

 0.04%

MNC36

 0.37%

IDXSMC-LIQ

 0.78%

IDXHEALTH

 1.36%

IDXTRANS

 -0.15%

IDXENERGY

 0.75%

IDXMESBUMN

 0.59%

IDXQ30

 0.25%

IDXFINANCE

 -0.27%

I-GRADE

 0.39%

INFOBANK15

 0.54%

COMPOSITE

 -0.15%

IDXTECHNO

 -2.49%

IDXV30

 0.72%

ESGQKEHATI

 0.06%

IDXNONCYC

 -0.08%

Investor33

 0.22%

IDXSMC-COM

 0.18%

IDXBASIC

 -0.18%

IDXESGL

 -0.06%

DBX

 -0.45%

IDX30

 -0.14%

IDXG30

 0.18%

ESGSKEHATI

 0.05%

IDXSHAGROW

 0.79%

KOMPAS100

 -0.14%

PEFINDO25

 -0.19%

BISNIS-27

 0.25%

ISSI

 0.03%

MBX

 0.05%

IDXPROPERT

 0.11%

LQ45

 -0.11%

IDXBUMN20

 0.76%

IDXHIDIV20

 0.51%

JII

 0.21%

IDX80

 -0.14%

JII70

 0.17%

SRI-KEHATI

 0.22%

IDXLQ45LCL

 -0.17%

SMinfra18

 0.62%

KB Bukopin
Sinerco

Komisaris BEI Sebut 2 sektor Bakal Glowing, Rans Entertainment Bakal IPO?

25/02/2022, 08:30 WIB

Komisaris BEI Sebut 2 sektor Bakal Glowing, Rans Entertainment Bakal IPO?

EmitenNews.com – Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Sjahrir menuturkan sektor ekonomi hijau atau green economy dan new economy memiliki peluang berkembang di pasar modal. Pandu menjelaskan, transisi energi menjadi agenda utama di sektor energi. Menurutnya, investor akan menyukai saham-saham perusahaan yang melakukan transisi ke energi bersih. 

 

"Untuk saham yang ingin berubah, kelihatan sekali banyak yang suka. Kalau lihat indeks SRI-KEHATI, itu sudah growing well. Dari sektor new economy seperti teknologi, Pandu memprediksikan sektor ini akan menjadi salah satu tema utama di pasar modal. Apalagi, kata dia, akan banyak perusahaan teknologi yang akan melakukan go public," ujar Dia dalam Launching Brights BRI Danareksa Sekuritas, Kamis (24/2/2022).

 

Adapun menurut BEI, hingga 17 Februari 2022, terdapat empat perusahaan teknologi yang masuk ke dalam pipeline pencatatan saham BEI. "Indonesia menjadi market terbesar dan tercepat pertumbuhannya untuk sektor yang berbau teknologi di Asia Tenggara. Pada 2021 saja, Indonesia memiliki 25 unicorn, terbanyak di Asia Tenggara," tuturnya.

 

Dia juga menyebut di sisi bursa, semakin terbuka untuk menerima model founder driven business. Dia mencontohkan, aturan multiple voting shares (MVS) yang terbit akhir tahun lalu akan membantu perusahaan teknologi dan start up untuk semakin berkembang di pasar modal.

 

Sejumlah perusahaan rintisan (startup) berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saat ini sudah ada startup unicorn Bukalapak.com (BUKA) yang mencatatkan sahamnya di BEI tahun lalu.

 

Kabarnya, Goto, entitas hasil penggabungan Gojek dan Tokopedia juga akan menyusul tahun ini. Selain itu, Founding Partner AC Venture, Pandu Patria Sjahrir memaparkan, terdapat perusahaan RANS Entertainment yang disebut siap IPO.

 

"Peluang IPO potensial berikutnya Goto, Sicepat, RANS, Tiket.com, dan lainnya," papar Pandu.

 

Saat ini terdapat 23 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. Empat perusahaan perusahaan di antaranya berasal dari sektor technology.

 

Sebelumnya pertanyaan mengenai IPO Rans Entertainment juga pernah mencuat saat perusahaan milik pasangan artis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu mengumumkan kerja sama dengan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), entitas yang bernaung di bawah PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK).


Author: Rizki