EmitenNews.com—PT Indofarma Tbk (INAF) menderita rugi bersih sebesar Rp90,715 miliar pada semester I 2022, atau memburuk dibanding periode sama tahun 2021 yang masih membukukan laba bersih Rp977,78 juta.


Akibatnya, defisit membengkak 48,6 persen dibandingkan akhir tahun 2021 menjadi Rp278,54 miliar.


Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan semester 1 2022 tanpa audit emiten farmasi itu yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (16/8/2022).


Rinciannya, penjualan merosot 32,39 persen menjadi Rp574,05 miliar karena penjualan obat anjlok 45,36 persen yang tersisa Rp265,54 miliar.


Senasib, penjualan alat, diagnostik dan lainnya amblas 16,47 persen menjadi Rp294,55 miliar.


Walau beban pokok penjualan dapat ditekan sedalam 3,8 persen menjadi Rp502,55 miliar. Tapi laba kotor tetap turun 78,22 persen, dan tersisa Rp71,503 miliar.


Namun, beban usaha masih tembus Rp145,83 miliar. Dampaknya, perseroan mengalami rugi usaha sebesar Rp74,334 miliar.


Sementara itu, kewajiban berkurang 3,65 persen dibanding akhir Desember 2021 menjadi Rp1,448 triliun.


Sehingga, aset perseroan turut menyusut 7,2 persen menjadi Rp1,866 triliun.


Patut diperhatikan, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp60,624 miliar karena penerimaan kas dari pelanggan hanya Rp617,67 miliar, tapi pembayaran kepada pemasok dan karyawan tercatat sebesar Rp684,92 miliar.