Konflik AS-Iran Belum Reda, IHSG Siap Uji 7.600
:
0
Potret papan perdagangan dari luar gedung BEI, Jakarta. Foto: EmitenNews/Rifki
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diperkirakan melanjutkan penguatan dengan menguji area resistance ksiaran Rp7.500 hingga Rp7.600, level support berada di Rp7.300 dengan pivot di Rp7.500. Pada penutupan sebelumnya, IHSG ditutup naik sebesar 2,07 persen atau 150,91 poin ke level Rp7.458
Dalam riset yang ditulis Phintraco Sekuritas, senitmen global masih menjadi penentu dinamika pasar, terutama konflik antara AS dan Iran. Dari perkembangan terbaru, negosiasi antara AS dan Iran yang berlangsung di Islamabad belum menemui titik kesepakatan.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko terhadap keberlanjutan gencatan senjata yang saat ini berlangsung selama dua pekan.
Dalam negosiasi tersebut, pihak AS menyebut bahwa Iran belum bersedia berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Sementara itu, laporan media Iran mengungkapkan adanya perbedaan pandangan terkait penarikan material nuklir dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
“Meski begitu, sejumlah kapal tanker mulai melintasi Selat Hormuz pada 11 April 2026. Jika tren ini berlanjut, diharapkan dapat meredakan kekahawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, dikutip Senin (13/4/2026).
Sementara itu, Bursa Efek Indonesia telah mengumumkan rencana delisting terhadap 18 emiten yang efektif pada 10 November mendatang. Sebelum proses tersebut, emiten diwajibkan melakukan buyback saham pada periode 11 Mei hingga 9 November 2026.
Phintraco menyebut, kebijakan tersebut diperkirakan akan mendorong perhatian investor terhadap saham-saham dengan potensi pembagian dividen tinggi, seiring peluang memperoleh yield yang besar.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih memiliki ruang penguatan dalam jangka pendek, meskipun masih dibayangi volatilitas imbas dinamika global,” tulis Phintraco.
Sejumlah sahan yang direkomendasikan untuk dicermati yaitu; BBCA, BBRI, MYOR, ISAT, EXCL, dan BRIS. (*)
Related News
Ekspor UMKM BISA Triwulan I Tembus USD23,6 Juta
Pernah Impor 7 Juta Ton, Stok Beras Bulan Ini Tembus 5 Juta Ton
IHSG Sempat Dibuka Drop, Imbas Tekanan Rupiah dan Global
Punya Multiplier Effect Besar, Industri Motor Listrik Jadi Prioritas
Perang Berlanjut, IHSG Susuri Zona Merah
Musim Dividen, Borong Saham BBRI, BRIS, EXCL, dan ISAT





