Krakatau Steel (KRAS) Injeksi Modal Entitas Usaha USD308,16 Juta, Begini Skemanya
EmitenNews.com - PT Krakatau Steel (KRAS) akan meningkatkan penyertaan modal pada PT Krakatau Posco. Suntikan modal USD308,16 juta itu, berbentuk pabrik Hot Strip Mill atau HSM#2. Itu penting untuk menciptakan Cilegon 10 Million Metric Ton Cluster Road Map.
Selanjutnya, Krakatau Steel akan memperoleh 422.800 saham baru seri B bernominal USD516 senilai USD218,16 juta. Dengan koleksi saham baru seri B itu, perseroan akan menguasai 50 persen saham di Krakatau Posco dari sebelumnya 30 persen. Selisih antara nilai transaksi dengan nilai penyetoran akan dikompensasi dalam bentuk kompensasi tunai dari Krakatau Posco sejumlah USD90 juta.
Oleh karena fasilitas HSM#2 tengah dijaminkan kepa Commerzbank-AKA dengan nilai pinjaman USD246,98 juta, untuk memuluskan transaksi tersebut, perseroan akan meminta persetujuan Commerzbank-AKA untuk mengalihkan kewajiban pembayaran seluruh pinjaman investasi HSM#2 dari perseroan kepada Krakatau Posco.
Transaksi itu dilatari rencana untuk mendukung, dan bahian sinergi Steel Cluster Road Map 10 juta ton. Perseroan mendapat peningkatan kontribusi dari kinerja Krakatau Posco secara proporsional. Perseroan dapat mengurangi beban keuangan atas pengalihan kewajiban utang berdasar perjanjian. Perseroan akan mendapat dana tunai USD90 juta.
Manfaat transaksi yaitu meningkatkan kepemilikan saham di Krakatau Posco, mengurangi beban keuangan, net working capital menjadi negatif USD436.915 dari sebelumnya negatif USD513.697, dan debt to equity ratio menjadi 5,76 kali dari 6,23. ”Untuk meminta restu, perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa pada 10 Mei 2022,” tutur Pria Utama, Corporate Secretary Krakatau Steel. (*)
Related News
Transformasi Portofolio, INPP Target Recurring Income 75 Persen
Hadirkan Solusi Embedded Finance, Bank Raya Gandeng Gaji.id
Perkuat Modal, ELPI Godok Right Issue 2,03 Miliar Lembar
Prajogo Kembali Bermanuver, Saham CUAN Orbit Zona Merah
Realisasi Dana IPO Nol, Cek Jawaban YUPI Saat Dicecar Pertanyaan BEI
Target 2025 Terlewati, Prapenjualan BSDE Tembus Rp10 Triliun





