EmitenNews.com—PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) berhasil memperpanjang pembayaran utang jatuh tempo sampai akhir 2023. Ada beberapa langkah yang akan dilakukan perseroan untuk melunasi utang US$ 524 juta atau Rp 8,19 triliun (kurs Rp 15.625).

 

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan utang jatuh tempo itu akan dibayarkan melalui dana perusahaan hingga aksi korporasi termasuk divestasi aset.

 

"Jadi itu diperpanjang karena dalam proses kita menyiapkan dana untuk US$ 524 juta. Dengan kita membayar utang USD524 juta, otomatis total utang Krakatau Steel langsung turun sangat signifikan," kata Silmy Karim dalam acara Public Expose Online, Jumat (30/12/2022).

 

Lebih rinci dijelaskan, USD120 juta akan disiapkan dari arus kas Krakatau Steel. Pihaknya optimistis dapat menyediakan dana tersebut lantaran sampai 2023 perseroan diproyeksi terus membukukan keuntungan.

 

Kemudian Krakatau Steel akan mengutamakan divestasi beberapa anak usaha. Target dana yang didapatkan dari divestasi tersebut USD 200 juta.

 

Lalu perseroan juga ingin sekuritisasi aset. Dana yang bisa dihimpun dari situ ditargetkan sebesar USD70 juta.

 

Rencana terakhir, Krakatau Steel akan melakukan penawaran modal hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue). Target dana yang ingin dihimpun dari aksi korporasi tersebut mencapai USD200 juta.

 

"Timing-nya kita lihat kondisi market. Jadi kami selaku manajemen optimis bahwa US$ 524 juta utang akan dilunasi di 2023," imbuhnya.