EmitenNews - PT Krakatau Steel Tbk (Persero) (KARS) menargetkan pertumbuhan volume penjualan baja sekitar 40% atau menjadi 2,8 juta ton. "Kami akan mencapai target untung US$24 juta," kata Senior Vice President Head of Sales Krakatau Steel Agus Pribadi, Jumat (2/2). Berdasar Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Kementerian BUMN dan BUMN di bawah Kedeputian Industri Pertambangan, Industri Strategis, dan Media, tercantum KS memproyeksikan masih rugi sebesar Rp1,171 triliun. KS menargetkan mampu mengantongi pendapatan sebesar Rp19,955 triliun, dengan total aset mencapai Rp55,389 triliun sepanjang 2017. Menurut Deputi Fajar Harry Sampoerno, kondisi yang dialami KS akibat harga baja yang belum stabil serta kontribusi dari PT KS Posco. "Pasti kita beri treatment untuk meminimalisir kerugian ini. Oleh sebab itu, kami akan bicara dengan manajemen KS," ujar Harry.
Related News
Kantongi USD 30,7 Juta, ADMR Kembali Tembus Pasar Jepang
Laba Tumbuh Berkat UMKM, Risiko Kredit Korporasi Membayangi BBRI
Adu Dividen vs Transisi Energi Hijau, Lebih Menarik ADRO atau AADI?
Cuan Sewa Listrik Melesat 73%, India Jadi Tujuan Ekspor Terbesar AADI
Singapura Jadi Pelanggan Terbesar ADRO, Disusul Jepang dan Korsel
Laba RANS Naik 11% Bukan karena Kenaikan Pendapatan, Dari Mana?





