Kredit Meroket, Kuartal I-2024 BTN (BBTN) Raup Laba Rp860 Miliar
:
0
Pengurus Bank BTN di sela-sela paparan kinerja 31 Maret 2024 di kantor pusat BTN. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Strategi Bank Tabungan Negara (BBTN) fokus mengembangkan segmen high yield, dan komersial mulai membuahkan hasil. Itu terefleksi dari capaian kinerja kuartal I-2024. Di mana, penyaluran kredit dan pendapatan operasional tumbuh impresif.
Itu terjadi kala suku bunga dana merangkak naik, imbas likuiditas ketat membayangi industri perbankan sejak akhir tahun lalu. Periode Januari-Maret 2024, BTN membukukan pertumbuhan kredit dan pembiayaan 14,8 persen menjadi Rp344,2 triliun, dibanding periode sama tahun lalu Rp299,7 triliun. Pertumbuhan kredit, dan pembiayaan itu, ditopang kredit, pembiayaan perumahan, dan kredit bermargin tinggi (high-yield loans) cukup diminati masyarakat.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, perseroan telah secara konsisten menjaga momentum pertumbuhan sejak tahun lalu yang didukung penajaman strategi, dan transformasi bisnis secara menyeluruh. BTN juga telah melakukan rebranding logo pada kuartal I-2024 sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas layanannya dalam mencapai visi, yakni The Best Mortgage Bank in South East Asia.
“Pada tiga bulan pertama 2024, BTN mampu mencetak pertumbuhan kredit dan pembiayaan yang membantu menggerakkan sektor perumahan nasional untuk bergerak. Itu tidak terlepas dari upaya perseroan menurunkan angka backlog perumahan, dan menyediakan rumah layak bagi seluruh masyarakat Indonesia. Kami berharap dapat terus menjaga momentum ini agar dapat memberi nilai tambah bagi para stakeholders kami,” tutur Nixon, dalam paparan kinerja keuangan Kuartal I-2024 di Jakarta, Kamis (25/4).
Kredit dan pembiayaan perumahan masih menyumbang porsi mayoritas sekitar 85 persen dari seluruh kredit, dan pembiayaan yang disalurkan perseroan. Selama kuartal I-2024, total kredit dan pembiayaan perumahan mencapai Rp292,7 triliun, melejit 10,7 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp264,5 triliun. Nah, dari jumlah itu, penyaluran KPR Subsidi mendominasi Rp167 triliun, naik 12,3 persen dari periode sama tahun lalu Rp148,6 triliun.
Sedang KPR Non-Subsidi naik 11,2 persen menjadi Rp98,8 triliun dari edisi sama tahun lalu Rp88,8 triliun. ”Strategi kami membidik lebih banyak penyaluran KPR Non-Subsidi ke segmen menengah atas sudah mulai menunjukkan hasil. KPR dengan ticket size di atas Rp750 juta, tumbuh 176,6 persen yoy pada kuartal I-2024, dengan total penyaluran Rp1,05 triliun, meningkat dibanding periode sama tahun lalu Rp380 miliar,” papar Nixon.
Untuk menjaga profitabilitas, BTN mendorong penyaluran kredit bermargin tinggi, yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Ringan (KRING), dan Kredit Agunan Rumah (KAR). Selama tiga bulan pertama tahun ini, pertumbuhannya tercatat cukup pesat. Penyaluran KUR BTN mencapai Rp387 miliar, melonjak 78,1 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp217 miliar. Penyaluran KRING tumbuh 30,7 persen yoy menjadi Rp572 miliar.
Sementara itu, perseroan menyalurkan KAR sebesar Rp525 miliar, meningkat 16,5 persen yoy. Di tengah pertumbuhan kredit pesat itu, BTN tetap menjaga kualitas kredit dengan baik. Perseroan mencatat penurunan rasio kredit bermasalah alias non-performing loan (NPL) gross menjadi 3 persen dari edisi sama tahun lalu 3,5 persen.
Rasio loan-at-risk (LAR) juga tercatat menurun ke level 21,6 persen dari sebelumnya 24,2 persen. “Pada saat yang sama, kami meningkatkan coverage NPL menjadi 152,8 persen dari episode sama tahun lalu 145,9 persen,” ucap Nixon.
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 11,9 persen menjadi Rp357,7 triliun, dibanding posisi sama tahun lali Rp319,6 triliun. Pertumbuhan itu, masih melampaui pertumbuhan DPK industri perbankan pada Februari 2024 tercatat 3,8 persen yoy. Dari total DPK itu, porsi dana murah Current Account Savings Account (CASA) mencapai 49,9 persen.
Related News
JAST Dukung Penguatan Layanan 112, Kunci Kolaborasi Indonesia-Korsel
Indeks LQ45 Terperosok, Efek Rebalancing MSCI?
Siloam Hospitals (SILO) Tunda Pembagian Dividen, Ini Alasannya
Indocement (INTP) Ganti Direktur Anak Usaha PT Indomix Perkasa
Perjalanan Alfamart (AMRT) Milik Djoko Susanto, Hingga Didepak MSCI
Emiten Grup Djarum Blibli Minta Restu Terbitkan 9,5 Miliar Saham Baru





