Kupon Obligasi Peringkat Tinggi Turun, Single-A 1 Tahun Justru Naik
:
0
Ilustrasi level rating kredit obligasi. Foto: InvestBro.
EmitenNews.com - Melonjaknya yield di instrumen investasi Surat Berharga Negara (SBN), PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) justru mendapati data imbal hasil surat utang korporasi dengan peringkat investasi tinggi mengalami tren penurunan pada semester I 2026.
Direktur Pemeringkatan Pefindo Hendro Utomo dalam paparannya di Pefindo Media Forum, Rabu (8/7/2026) mengatakan penurunan kupon paling terlihat pada obligasi berperingkat AAA (Triple A) dan AA (Double A) untuk berbagai tenor.
"Terlihat memang ada tren cenderung penurunan untuk peringkat AAA dan AA. Baik untuk tenor 1 tahun, 3 tahun, maupun 5 tahun, tren besaran kuponnya cenderung menurun sampai dengan semester I/2026," ujar Hendro.
Penurunan paling dalam terjadi pada obligasi berperingkat AAA bertenor 1 tahun. Sementara untuk tenor 3 dan 5 tahun penurunannya lebih landai.
"Untuk yang paling dalam penurunannya mungkin tenor satu tahun. Sementara tenor 3 dan 5 tahun lebih landai penurunannya," katanya.
Tren serupa juga terjadi pada obligasi berperingkat AA. Kupon obligasi tenor 1 tahun mengalami penurunan yang cukup signifikan. Begitu juga untuk tenor 3 dan 5 tahun.
Adapun, pada obligasi berperingkat single A, polanya berbeda. Kupon obligasi tenor satu tahun justru mengalami kenaikan imbal hasil dibandingkan tahun lalu. Sedangkan tenor 3 dan 5 tahun masih menunjukkan tren penurunan yang relatif terbatas.
"Untuk peringkat single A terlihat agak sedikit berbeda. Tenor satu tahun malah ada kenaikan kupon dibandingkan 2025. Sementara tenor 3 dan 5 tahun bisa dibilang menurun juga, walaupun tidak terlalu besar atau cenderung landai,” ungkap Hendro.
Pefindo mencatat tidak terdapat penerbitan obligasi dengan peringkat BBB pada periode pengamatan hingga semester I 2026.
Penurunan kupon obligasi korporasi tersebut terjadi di tengah kenaikan yield SBN dalam beberapa bulan terakhir.
Related News
RI-UE Bebaskan Tarif 98% Pos Dagang, Emiten Sektor ini Siap Panen
RI Kejar Target EBT 21%, Jerman Kucurkan 2,3 Miliar Euro
PDB Halal Rp5.000 T, RI Kalah Agresif dari Malaysia
IHSG Loyo 0,37 Persen, PICO Justru Pimpin Top Gainers, Simak!
IHSG Berbalik Merah, BUMI Rajai Transaksi Meski Harga Turun
IHSG Koreksi 0,69 Persen ke 6.480 di Sesi Siang, Sektor Kesehatan Drop





