EmitenNews.com - Emiten Grup Lippo, PT Multi Prima Sejahtera Tbk. (LPIN) mencatat laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp33,04 miliar hingga 31 Desember 2025. Angka ini turun minimalis 3,36 persen dibandingkan episode pembukuan keuangan tahun sebelumnya di posisi Rp34,19 miliar.

Sepanjang 2025, perseroan membukukan pendapatan bersih Rp165,68 miliar, tumbuh 7,75 persen dari Rp153,76 miliar. Sejalan dengan itu, harga pokok penjualan yang naik 5,84 persen menjadi Rp114,52 miliar dari Rp108,20 miliar, menghasilkan laba kotor LPIN yang terkerek 12,29 persen menjadi Rp51,16 miliar dari Rp45,56 miliar.

Menilik kondisi operasional, laba usaha emiten grup Lippo itu melonjak sampai setinggi 30,37 persen menjadi Rp27,56 miliar dibandingkan Rp21,14 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, laba sebelum pajak atau EBITDA tertakar Rp38,82 miliar, naik tipis 0,26 persen dari Rp38,72 miliar.

Struktur neraca juga menunjukkan perbaikan. Jumlah liabilitas turun 20,29 persen menjadi Rp24,44 miliar per 31 Desember 2025 dari Rp30,66 miliar per 31 Desember 2024. Di sisi lain, total aset meningkat 1,97 persen menjadi Rp379,57 miliar dari Rp372,24 miliar.

Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan Kamis (26/2) saham LPIN tercatat menguat 1,33 persen naik 6 poin di posisi Rp458.