Respons PP Ekspor SDA, Wilton Makmur (SQMI) Pastikan Belum Ada Dampak
:
0
PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI).
EmitenNews.com - PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) memberikan tanggapan terkait rencana pemerintah Indonesia yang menerbitkan PP tentang tata kelola eskpor SDA serta pembentukan badan usaha khusus ekspor milik BUMN. Manajemen menyebut belum terdapat dampak langsung terhadap kelangsungan usaha atau pun operasional perseroan.
President Director SQMI, Oktavia Budi Raharjo mengapresiasi dan mendukung langkah taktis yang diambil pemerintah, terutama dalam menjaga stabilitas fiskal negara.
"Pada tahap ini, Grup akan terus mengamati dengan cermat implementasi kebijakan peraturan dan menilai kembali dampaknya terhadap aktivitas operasional dan posisi keuangan Grup," jelas manajemen dalam keterbukaan informasi, dikutip Sabtu (30/5/2026).
Meski begitu, SQMI tetap memetakan potensi risiko jangka panjang manakala aturan tersebut diberlakukan pada sektor pertambangan emas. Beberapa potensi yang dikemukakan SQMI di antaranya adanya potensi pengalihan pasar ekspor yang dinilai dapat memengaruhi volume penjualan perseroan.
Selain itu, terdapat potensi persyaratan persetujuan tambahan seperti volume dan harga yang dibebankan kepada perseroan. Serta adanya potensi fluktuasi harga terutama saat mekanisme model bisnis beralih dari mode jual-melalui (sell-through) menjadi model jual-ke-beli (sell-to).
“Grup akan terus mengamati perkembangan implementasi dengan cermat sebelum menentukan sikap atau kebijakan lebih lanjtu. Belum ada langkah korporasi yang direncanakan dalam waktu dekat,” pungkas Oktavia.
Adapun pada perdagangan Jumat (29/5), saham SQMI ditutup melemah 6,38 persen atau turun 3 poin ke level Rp44. (*)
Related News
Masuknya Djarum & Tren 5G Menyengat Reli Saham BACH, Ini Kata Pengamat
Emiten Harry Tanoe (BHIT) Melesu, Laba Bersih Anjlok 52 Persen
Ditopang Produksi Panas Bumi, Pertumbuhan PGE (PGEO) Meningkat
ASLC Bidik Penjualan di Caroline Tembus Rp1T, Digitalisasi Jadi Kunci
Pendapatan Naik, PYFA Pangkas Rugi Hingga 99,4 Persen Per Juni 2026
TPIA Jelaskan Penurunan Laba, H1-2025 Didorong Keuntungan Sekali Saja





