EmitenNews.com - PT Bank Pembangunan Daerah Banten atau Bank Banten (BEKS) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025, dengan pertumbuhan aset dan laba bersih yang solid.

Hingga 31 Desember 2025, total aset perseroan tercatat sebesar Rp10,01 triliun, meningkat 32,45 persen dibandingkan Rp7,55 triliun pada 2024. Peningkatan ini didorong oleh aksi korporasi berupa akuisisi portofolio kredit konsumer ASN Kota Serang dan Kabupaten Lebak dari Bank BJB senilai Rp1,5 triliun.

Dari sisi likuiditas, posisi kas (BEKS) meningkat 37,63 persen menjadi Rp183,50 miliar dari tahun sebelumnya Rp133,33 miliar. Sementara itu, investasi pada obligasi pemerintah dan korporasi turun 4,53 persen menjadi Rp1,01 triliun.

Penyaluran kredit juga mencatatkan pertumbuhan signifikan. Hingga akhir 2025, total penyaluran kredit mencapai Rp4,89 triliun atau naik 35,51 persen dibandingkan Rp3,61 triliun pada tahun sebelumnya.

Dari sisi liabilitas, BEKS mencatat kenaikan sebesar 38,46 persen menjadi Rp8,10 triliun dari Rp5,85 triliun pada 2024, peningkatan ini dipicu oleh bertambahnya simpanan dari nasabah serta simpanan dari bank lain.

Sementara itu, ekuitas BEKS tumbuh 11,53 persen menjadi Rp1,90 triliun dari Rp1,70 triliun pada tahun sebelumnya. Dari sisi profitabilitas, pendapatan bunga bersih (net interest income) meningkat 4,93 persen menjadi Rp198,69 miliar dari sebelumnya sebesar Rp189,36 miliar.

Hal ini sejalan dengan kenaikan pendapatan bunga sebesar 16 persen menjadi Rp570,50 miliar, meskipun beban bunga juga meningkat lebih tinggi, yakni 22,93 persen menjadi Rp371,80 miliar dari periode yang sama sebelumnya hanya Rp Rp302,44 miliar.

Pendapatan operasional turut meningkat 28,29 persen menjadi Rp314,88 miliar, didorong kenaikan pendapatan berbasis komisi (fee based income), termasuk dari layanan perbankan seperti administrasi rekening, transaksi ATM, hingga jasa pengelolaan investasi.

Namun, tekanan sangat terlihat dari sisi beban. Beban operasional lainnya melonjak 67,29 persen menjadi Rp454,04 miliar, terutama imbas peningkatan beban umum dan administrasi.

Akibatnya, pada 2025 laba operasional BEKS turun 38,09 persen menjadi Rp59,53 miliar dari Rp96,15 miliar pada tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak juga mengalami penurunan 24,70 persen menjadi Rp56,47 miliar.

Meski demikian, laba bersih perseroan justru meningkat 33,54 persen menjadi Rp52,52 miliar dari Rp39,33 miliar pada 2024. Sementara itu, laba komprehensif naik 57,22 persen menjadi Rp51,65 miliar.

Dengan capaian tersebut, laba per saham dasar (EPS) meningkat 34,67 persen menjadi Rp1,01, dibandingkan Rp0,75 pada tahun sebelumnya. Sementara itu, secara year to date, saham BEKS tercatat stagnan di Rp29. (*)