EmitenNews.com -Laba bersih PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) secara keseluruhan, tahun ini diproyeksikan sebesar Rp2,9 triliun, lebih tinggi 6% hingga 7% dibandingkan dengan konsensus rata-rata saat ini sebesar Rp2,7 triliun.

 

"Kami memproyeksikan segmen Industrial Estate AKRA akan berkontribusi sebesar 27,2% terhadap Laba Sebelum Pajak terkonsolidasi pada tahun 2023, naik dari hanya 14,6% dan 11,8% pada Januari - September dan  full year  2022," kataHead of Research Team PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Robertus Hardy dalam keterangan tertulis, Jumat (27/10).

 

Secara kumulatif pada Januari - September 2023, segmen ini mencatat kenaikan sebesar 733% dan 341% YoY dalam Laba Sebelum Pajak dan Pendapatan menjadi Rp377 miliar dan Rp903 miliar, masing-masing, sehingga berkontribusi sebesar 14,6% terhadap Laba Sebelum Pajak yang terkonsolidasi perusahaan (sebelum eliminasi).

 

Berkat kontribusi yang lebih tinggi dari bisnis Industrial Estate, yang memiliki profitabilitas yang lebih tinggi, EBITDA terkonsolidasi dan Laba BersihAKRA melonjak sebesar 11% dan 9% YoY masing-masing, mencapai Rp2,4 triliun dan Rp1,7 triliun, meskipun ada penurunan sebesar 13% YoY dalam Pendapatan menjadi Rp30 triliun.

"Kami masih mempertahankan rekomendasi BUY untuk AKRA, dengan TP sebesar Rp1.780 (tidak berubah)," tutup Robertus.

 

Mengutip data perdagangan, Jumat (27/10), harga saham AKRA menguat dari 1.435 menjadi 1.450 naik 5 poin setara 0,35% dengan saham ditransaksikan sebanyak 27,58 juta lembar dalam 4.388 kali transaksi senilai Rp39,96 miliar. Secara  year to date  (YtD), naik 210 poin atau 17,07%.