EmitenNews.com—PT Blue Bird Tbk (BIRD) membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 358,35 miliar pada 2022. Jumlah itu melesat 4.545% dari realisasi tahun 2021 yang hanya Rp 7,71 miliar.

 

Dalam laporan keuangan 2022 BIRD, perseroan juga mencatatkan laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 143, melesat dari 2021 Rp 3.

 

Kinerja apik sepanjang tahun lalu itu ditopang pendapatan neto Rp 3,59 triliun, di mana meningkat dari sebelumnya Rp 2,22 triliun di 2021.

 

Sedangkan beban langsung tercatat Rp 2,51 triliun, naik dari posisi 2021 di Rp 1,72 triliun. Adapun laba bruto pada 2022 Rp 1,07 triliun dan beban usaha Rp 652,51 miliar sehingga raihan laba usaha Rp 419,91 miliar. Raihan laba usaha itu berbanding terbalik dari rugi usaha Rp 16,14 miliar pada 2021.

 

Adapun Blue Bird meyakini ruang untuk bertumbuh selepas pandemi Covid-19 masih terbuka lebar. Perseroan pun fokus meningkatkan volume kapasitas.

 

Wakil Direktur Utama Blue Bird Adrianto Djokosoetono sempat menyampaikan bahwa perseroan terus bergerak maju demi mengejar pertumbuhan dengan meningkatkan volume kapasitas.

 

Itulah mengapa, pada tahun ini, Blue Bird mengalokasikan belanja modal ( capital expenditure /capex) yang besar hingga Rp 2 triliun guna menghasilkan pertumbuhan.