EmitenNews.com - Kingwood Union Corporation tampil menjadi pemegang saham di atas lima persen Pacific Strategic Financial (APIC). Itu perusahaan berbasis Vanterpool Plaza 2nd Floor Wickhams Cay I, 2 the floor Road Town, Tortola, British Virgin Islands tersebut menyapu 669.016.892 helai alias 669,01 juta lembar.


Aksi Kingwood Union itu dibantu Sinarmas Sekuritas. Menyusul aksi tersebut, Kingwood Union kini memegang 5,69 persen saham Pacific Strategic dari sebelumnya nihil. Sayangnya, aksi tersebut dilakukan dalam tradisi sunyi. Efeknya, pemegang saham tidak bisa menguntit arah, dan pola transaksi tersebut.


Hanya, kalau mengacu pada gerak harga terkini saham Pacific Strategic di kisaran Rp1.110 per helai, transaksi tersebut bisa bernilai sekitar Rp742,60 miliar. Angka tersebut beraroma spekulatif, dan tidak bisa dijadikan salah satu peranti untuk pengambilan sebuah keputusan investasi. 


Dengan transaksi itu, komposisi pemegang saham di atas lima persen Pacific Strategic harus mengalami pergeseran. Namun, per 30 November 2022, Pan Pacific Investama 3,27 miliar alias 27,81 persen, Pacific Indocorpora 1,10 miliar helai alias 9,42 persen, dan masyarakat 7,38 miliar eksemplar setara 62,77 persen. 


Per 30 September 2022, Pacific Strategic mencatat laba bersih Rp100,83 miliar. Drop 20 persen dari periode sama tahun lalu Rp127,21 miliar. Total pendapatan usaha Rp1,79 triliun, menanjak 10 persen dari episode sama tahun lalu Rp1,62 triliun. Beban usaha Rp1,68 triliun, bengkak dari Rp1,45 triliun. 


Laba usaha Rp105,87 miliar, longsor 37 persen dari posisi sama tahun lalu sejumlah Rp168,77 miliar. Pendapatan lain-lain bersih Rp2,34 miliar, melambung 107 persen dari edisi sama tahun lalu minus Rp32,51 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan Rp108,22 miliar, menukik dari episode sama tahun lalu Rp136,26 miliar. (*)