Laju IHSG Potensial Terganggu Aksi Jual
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street ditutup bervariasi mayoritas melemah. Itu seiring kenaikan harga minyak mentah berlanjut, dan keputusan The Fed mempertahankan suku bunga acuan. Harga minyak mentah kembali naik setelah Wall Street Journal, melaporkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bakal memerpanjang blokade terhadap Iran.
Kenaikan makin menjadi setelah Axios melaporkan Trump telah menolak usulan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Trump menyatakan blokade angkatan laut AS atas selat Hormuz akan tetap berlaku hingga tercapai kesepakatan dengan program nuklir Iran.
Sejalan perkembangan itu, harga minyak mentah jenis WTI naik 7,17 persen menjadi USD107,16 per barel, dan untuk Brent melesat 6,78 persen menjadi USD118,80 per barel. Sementara itu, The Fed memutuskan kembali menahan suku bunga acuan di level 3,75 persen dengan alasan utama yaitu potensi adanya lonjakan inflasi dipicu kenaikan harga minyak mentah.
Koreksi mayoritas indeks Wall Street, rebalancing beberapa indeks domestik, pelemahan nilai tukar rupiah, dan aksi jual masif investor asing berlanjut diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Lonjakan harga komoditas energi, CPO, dan rilis laporan keuangan emiten kuartal I-2026 berpeluang menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.025-6.950, dan resistance 7.180-7.255. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor menyapu sejumlah saham unggulan berikut. Yaitu, HM Sampoerna (HMSP), Wismilak (WIIM), Goto (GOTO), Adaro (ADRO), Lonsum (LSIP), dan Midi Utama (MIDI). (*)
Related News
Likuiditas Global Tersedot IPO SpaceX dan World Cup, Apa Kabar IHSG?
Start Strong! BTN Jakim 2026 Hari Pertama Bikin Jakarta Full Energi
IHSG Menguat Pekan Depan? Cek Prediksi Area Support dan Resistance
Simak! Ini Cara CIMB Niaga Dukung Bulan Literasi Keuangan OJK 2026
Periksa! 10 Saham Top Losers dalam Sepekan
Ribuan Pelari Meriahkan BSN 5K BTN Jakim 2026





