Lanjut Koreksi, IHSG Jelajahi Level 8.850
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah 0,2 persen menjadi 8.992. Koreksi terjadi setelah sempat bergerak fluktuatif. Saham sektor noncyclical membukukan kenaikan terbesar, dan sebaliknya sektor energi mencatat koreksi terbesar.
Di sisi lain, mayoritas indeks bursa Asia ditutup menguat, seiring ketegangan Amerika Serikat (AS) dengan Uni Eropa mereda. Itu setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak akan memberlakukan tarif 10 persen terhadap Eropa pada 1 Februari 2026, dan tidak akan menggunakan kekerasan untuk menguasai Greenland.
Namun secara teknikal indeks masih ditutup di bawah MA5, dan MACD berpotensi membentuk Death Cross. Sehingga diperkirakan indeks berpotensi melanjutkan koreksi. Sepanjang perdagangan hari ini, Jumat, 23 Januari 2026, indeks akan menguji level support 8.850, dan area resistane di kisaran 8.950.
Rupiah di pasar spot ditutup menguat menjadi Rp16.885 per dolar AS (USD). Meski indeks Dolar AS menguat, mayoritas mata uang Asia cenderung bergerak naik. Keputusan rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate, pernyataan BI tidak ragu mengintervensi Rupiah, mendorong penguatan Rupiah.
Investor domestik akan rilis data M2 Money Supply Desember 2025. Pemodal akan mencermati data inflasi Jepang Desember 2025 diperkirakan melambat di level 2,7 persen YoY dari November 2025 di posisi 2,9 persen YoY. Investor menanti Bank of Japan mempertahankan suku bunga tetap 0,75 persen.
Para pemodal AS menanti rilis indeks manufaktur, jasa, dan Michigan Consumer Sentiment Final Januari 2026. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para investor untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Indosat (ISAT), Kalbe Farma (KLBF), Telkom (TLKM), Astra Agro (AALI), dan Alam Sutera (ASRI). (*)
Related News
Wall Street Perkasa, IHSG Susuri Zona Merah
IHSG Tertekan, Angkut Saham BBCA, ADRO, dan MAPI
Laporan Keberlanjutan Jadi Bagian Perusahaan Membangun Kredibilitas
IHSG Melemah Tipis 0,2 Persen, Sektor Energi Paling Terpukul
Sejak Jadi APERD, KISI Transformasi Layanan One-Stop Investment
Dongkrak Layanan, Manulife Indonesia Buka Kantor Pemasaran di Jakssel





