Laris Manis, Sukuk Tabungan ST009 Ludes Dua Hari Sebelum Masa Penawaran Ditutup
:
0
EmitenNews.com - Hari ini Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) atas nama Menteri Keuangan menetapkan hasil penjualan Green Sukuk Ritel; Sukuk Tabungan seri ST009.
Di tengah kondisi pasar keuangan yang relatif masih belum stabil dan adanya tren kenaikan yield di pasar SBN domestik, penjualan ST009 mampu menghasilkan total pemesanan sebesar Rp10 triliun dari 35.397 investor.
"Dari sisi nominal maupun jumlah investor, penjualan ST009 merupakan yang terbesar sepanjang sejarah penerbitan SBSN Ritel Non-tradable dan terbesar kedua sepanjang sejarah penerbitan SBN Ritel Non-tradable, setelah SBR011 yang terbit Juni 2022," demikian siaran pers Ditjen Pembiayaan Syariah DJPPR.
ST009 mulai ditawarkan pada tanggal 11 November 2022 dan penawaran ditutup pada 30 November 2022. Minat investor yang sangat luar biasa menyebabkan target nasional ST009 sudah tercapai pada 28 November 2022, yaitu 2 hari sebelum masa penawaran ditutup.
Besarnya minat investor ritel domestik terhadap ST009 tercermin dari total jumlah penawaran yang masuk pada dua hari pertama masa penawaran yang mencapai hampir Rp2 triliun.
Dengan mempertimbangkan tingginya minat investor pada periode awal penawaran ST009, sejak 18 November 2022 diberlakukan sistem kuota harian, yang dilakukan top up kuota setiap jam 8 pagi, dan kuota pemesanan nasional secara rata-rata habis dalam 2,2 menit.
Tingkat imbalan ST009 sebesar 6,15% (floating with floor) dengan tanggal setelmen 7 Desember 2022. Penerbitan ST009 ini bekerjasama dengan 33 Mitra Distribusi yang terdiri dari 2 Bank Umum Syariah, 18 Bank Konvensional, 6 Perusahaan Sekuritas, 4 Perusahaan APERD dan 3 Perusahaan Finansial Teknologi.
ST009 diterbitkan dengan format Green, seluruh hasil penerbitan untuk pembiayaan proyek-proyek yang ramah lingkungan baik refinancing maupun new financing. ST009 merupakan bentuk komitmen dan kontribusi Pemerintah dalam mengembangkan pasar keuangan syariah dan sekaligus membantu mengatasi dampak perubahan iklim.
Penerbitan Green Sukuk Ritel- Sukuk Tabungan seri ST009 didasarkan pada Green Bond/Sukuk Framework, yang sudah dikembangkan dan diperluas menjadi Sustainable Development Goals (SDG) Government Securities Framework yang memasukkan aspek-aspek tambahan SDGs ke dalam framework, untuk mencakup tidak hanya sektor/proyek yang berkontribusi pada upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim (green focus), tetapi juga untuk kemajuan ekonomi biru (blue focus) dan social outcome yang positif (social focus).
SDG Government Securities Framework tersebut telah mendapatkan Second Party Opinion (SPO) dari CICERO dan the International Institute for Sustainable Development (IISD) untuk memastikan framework tersebut telah sesuai dengan prinsip dan standar yang diakui secara global.
Related News
IHSG Rawan Koreksi, Fokus Pasar Beralih ke Hal Ini
BTN Pacu Ekosistem Perumahan, Bangun Hunian hingga KPR 40 Tahun
IHSG Awal Pekan Tutup di Bawah 6.200, GOTO Kini Bukan Saham Gocap Lagi
Aturan Rp1 & Evaluasi FCA Berlaku, IHSG (28/9) Dibuka Jeblok Nyaris 1%
Gocap Tapi Jumbo! GOTO Jadi Raja Market Cap Rp57T di Harga Rp50
Saham yang Bisa Dicermati Hari Ini, Cek Apa Saja!





