EmitenNews.com — PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menargetkan dapat menyalurkan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) hingga menembus Rp1,5 triliun selama 8 hari dalam ajang Indonesia Property Expo (IPEX) secara langsung, setelah tahun sebelumnya dilakukan secara daring.


Direktur Utama BBTN, Haru Koesmahargyo menjelaskan, ajang rutin tersebut ditargetkan dapat menarik 50 ribu pengunjung selama 8 hari pameran dengan target potensi ijin prinsip adalah sebesar Rp 1,5 triliun dengan rincian untuk KPR non subsidi senilai Rp 900 miliar, sementara KPR Subsidi sebesar Rp 300 miliar dan KPR Syariah sebesar Rp 300 miliar.


“Sementara untuk target booking KPR, Kami menargetkan sebesar Rp 200 miliar dengan rincian KPR Non Subsidi sebesar Rp 120 miliar, KPR Subsidi Rp 40 miliar dan sharia Rp 40 miliar,” kata dia kepada media, Minggu (15/5/2022).


Ia melanjutkan, IPEX ke-38 tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 15 Mei hingga 22 Mei mendatang, berlokasi di Hall A Jakarta Convention Centre (JCC), pameran tersebut melibatkan 41 pengembang yang terdiri dari 11 pengembang subsidi dan 30 pengembang non-subsidi.


Haru berharap, IPEX kali ini dapat menggaet masyarakat khususnya milenial untuk membeli rumah, sebab berdasarkan survey IPEX Loyalty Member (ILM) kepada 3.600 calon pembeli rumah, bahwa sebanyak 78,9 persen calon adalah millenial dan sebanyak 89,6 Persen adalah pembeli rumah pertama untuk ditempati dengan lokasi favorit di Jabodetabek, yaitu Tangerang, Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, serta Kawasan Bintaro, Serpong dan sekitarnya.


Sebagai daya tarik, kata dia, selama pameran ini ditawarkan program suku bunga promosi mulai 2,2 persen, bebas biaya provisi, biaya administrasi dan bebas biaya appraisal untuk KPR Non Subsidi


Lalu ada pemberian insentif PPN DTP dan Pelonggaran Loan To Value serta tren suku bunga kredit yang relatif rendah.


Selain suku bunga promo tersebut, Bank BTN tetap hadir dengan produk KPR andalannya, KPR Subsidi, KPR  BTN Gaess For Millenial, KPR BTN Hits dan lain sebagainya.


Haru berharap, stimulus tersebut dapat terus mendukung bisnis Bank BTN ke depan.


Per April tahun ini, penyaluran KPR BBTN sejak Januari 2022 mencapai 64.583 unit.


Dengan capaian itu, Haru optimistis bisa memenuhi target kredit di kisaran 9-11 persen hingga akhir tahun 2022.


Guna mencapai target tersebut, BBTN tersebut aktif melakukan pameran, mengoptimalkan program KPR subsidi milik pemerintah seperti KPR FLPP, KPR BP2BT dan KPR TAPERA dengan potensi realisasi unit sebanyak 169,3 ribu unit.


Pada pemeran tersebut para pengembang berlomba-lomba menawarkan proyek hunian andalannya.


Tercatat proyek hunian yang dijual mencapai lebih dari 225 proyek yang tersebar di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, Karawang, Bekasi dan ada beberapa lokasi di luar kota seperti di Subang, Bandung dan Surabaya.  


Adapun rentang harga hunian tersebut dimulai dari Rp 168 juta sampai dengan Rp 3,5 miliar.


Selain itu, Bank BTN pun pro aktif dalam memperluas kerjasama/kemitraan dengan institusi/lembaga maupun swasta.


Bank BTN juga akan meningkatkan KPR di segmen milenial melalui kerjasama pembangunan Transit Oriented Development (TOD) dengan BUMN Karya dan top developer dengan aneka program KPR untuk milenial, seperti KPR BTN Gaess for Milenials dengan fitur Graduate Payment Mortgage (GPM) dan KPR  BTN Hits.