LG Kabur, Bisnis Nikel Antam (ANTM) Tetap Moncer!
:
0
Logo usaha Antam (ANTM)
EmitenNews.com - Bisnis nikel PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam masih solid, setelah pemerintah memastikan program hilirisasi nikel terus berlanjut, kendati LG Energy Solution (LGES) keluar dari proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dalam skema Indonesia Grand Package.
Ke depan, hilirisasi baterai EV tetap menjadi peluang strategis bagi Antam selaku pemasok bijih nikel limonit. Apalagi, Antam masih melanjutkan proyek ekosistem baterai EV dengan Ningbo Contemporary Brunp Lygend (CBL), anak usaha raksasa baterai EV dunia CATL.
“Hilirisasi baterai EV tetap menjadi peluang strategis bagi Antam meski LG mundur,” ujar analis Panin Sekuritas Andhika Audrey di Jakarta, Kamis (24/4/2025).
Dia menyebutkan, nilai tambah dari hilirisasi nikel menjadi baterai akan berdampak positif terhadap valuasi jangka panjang Antam.
Seiring dengan itu, Panin Sekuritas menaikkan target harga saham ANTM dari Rp 1.700 menjadi Rp 2.300, didorong oleh kinerja emas yang kuat. Target harga saham ANTM menggunakan metode DCF (30%) dan EV/EBITDA 8,6 kali untuk 2025.
“Mulai 2025, Antam mendapat pasokan 30 ton emas dari Freeport tanpa beban premium atau PPh impor. Ini akan jadi game changer bagi margin dan struktur biaya,” jelas Andhika.
Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan (Pushep) Bisman Bakhtiar, mengakui mundurnya LG patut disayangkan. Namun, hal itu semestinya tidak menghambat proyek strategis tersebut.
“Mundurnya investor asing adalah dinamika bisnis, bisa karena perhitungan prospek, iklim investasi, atau faktor lain. Hal yang penting, proyek tetap berjalan karena memiliki prospek besar ke depan,” ujarnya.
Dia menilai bisnis Antam dalam hilirisasi baterai tetap prospektif. Sebab, Indonesia punya cadangan nikel terbesar dunia.
“Jika hilirisasi berhasil, nilai tambahnya sangat tinggi. Walaupun harga saat ini sedang menurun, potensi cuan jangka panjang masih besar,” pungkas Bisman.
Related News
Berbalik Laba, Penjualan AMMN Meroket 38 Ribu PersenĀ
Pendapatan Ciut, Laba FOLK Triwulan I 2026 Melonjak 621,57 Persen
Setelah Dividen Jumbo, SSMS Pamerkan Strategi Bisnis untuk 2026
Pendapatan Melonjak, Laba Bersih WIFI Meroket di Kuartal I-2026
Folago Global Nusantara (IRSX) Berhasil Cetak Laba Bersih di 1Q 2026
Pasok Modal Kerja Arutmin, BUMI Terbitkan Obligasi Rp1,8 Triliun





