Libur Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Diskon Tiket Transportasi
Pemerintah mengeluarkan program diskon tiket transportasi hingga tarif jalan tol guna mendukung mobilitas masyarakat selama periode libur Ramadhan dan Lebaran 1447 Hijriyah. Kebijakan itu mencakup potongan harga tiket pesawat, kereta api, angkutan laut, transportasi darat, hingga tarif jalan tol. Dok.Investor Daily.
EmitenNews.com - Mari siapkan jadwal liburan Ramadan, dan Lebaran 2026. Pemerintah mengeluarkan program diskon tiket transportasi hingga tarif jalan tol guna mendukung mobilitas masyarakat selama periode libur Ramadhan dan Lebaran 1447 Hijriyah. Kebijakan itu mencakup potongan harga tiket pesawat, kereta api, angkutan laut, transportasi darat, hingga tarif jalan tol.
"Menjelang hari raya lebaran nanti, beberapa program telah dipersiapkan termasuk untuk diskon transportasi, baik itu pesawat, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, dan juga jalan tol itu sudah dipersiapkan," kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto usai Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Pusat di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Harap dicatat. Berbagai program tersebut dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat saat musim mudik Lebaran.
Selain insentif transportasi, pemerintah juga menyiapkan program bantuan sosial (bansos) berupa beras dan minyak goreng.
"Demikian pula untuk bantuan sosial, baik itu beras maupun MinyaKita sedang disiapkan juga. Kami akan melakukan rapat koordinasi inflasi juga di Juni 2026," ujar mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Kita tahu, kebijakan diskon lintas moda sebelumnya diterapkan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026. Program itu dinilai mampu mendorong mobilitas, memperlancar arus perjalanan, serta menjaga momentum aktivitas ekonomi nasional.
Realisasi program diskon transportasi selama Nataru menunjukkan capaian di atas target pada sejumlah moda.
Pada sektor kereta api, diskon 30 persen untuk tiket kereta api ekonomi komersial yang dikelola PT Kereta Api Indonesia (KAI) berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, mencakup 156 kereta reguler dan 26 kereta tambahan. Dari target 1,5 juta penumpang, realisasi mencapai 1,7 juta penumpang atau 112,6 persen.
Untuk angkutan laut, PT PELNI memberikan diskon tarif 20 persen dari tarif dasar di luar asuransi dan pas pelabuhan selama 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Program ini mencakup 25 kapal penumpang di seluruh trayek. Dari target 405 ribu penumpang, realisasi mencapai lebih dari 406 ribu penumpang atau sekitar 100 persen.
Sektor penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry memberikan diskon jasa pelabuhan hingga 100 persen atau setara sekitar 19 persen tarif terpadu rata-rata. Program berlaku di 16 pelabuhan pada delapan lintasan selama 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Realisasi tercatat sekitar 206 ribu penumpang (90,9 persen dari target) dan 465 ribu kendaraan (94,5 persen).
Pada sektor penerbangan, insentif diberikan melalui skema PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk tiket kelas ekonomi, diskon fuel surcharge, pemotongan biaya jasa kebandarudaraan, serta perpanjangan jam operasional bandara.
Catatan yang ada menunjukkan, kebijakan ini menurunkan tarif tiket pesawat sekitar 13-14 persen, dengan realisasi penumpang mencapai 3,7 juta orang atau 104,2 persen dari target 3,5 juta. ***
Related News
Sepanjang 2025, KPK Gelar 11 OTT dan Tangani 48 Perkara Gratifikasi
Prediksi BMKG Hujan Lebat Hingga Februari, Waspadai Banjir dan Longsor
Pemerintah Akan Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan, Cek Nilainya
Tiket Pesawat Mahal, Kemenhub Ungkap Faktor Pemicunya
Panggung Ahok Saat Tampil Jadi Saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta
Presiden Lantik Dewan Energi Nasional, Ketua Harian Bahlil Lahadalia





