Lima Nyawa Melayang, Anggota DPR Minta Setop Latihan Militer SPPI
:
0
Tragedi meninggalnya lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) memicu sorotan dari DPR RI. Jangan sekedar mengevaluasi, anggota Komisi I DPR RI Yulius Setiarto minta setop latihan militer SPPI. Dok. Koran Gala.
EmitenNews.com - Pemerintah diminta segera menghentikan sementara pelaksanaan pelatihan tersebut demi mencegah munculnya korban baru. Tragedi meninggalnya lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) memicu sorotan dari DPR RI. Jangan sekedar mengevaluasi, anggota Komisi I DPR RI Yulius Setiarto minta setop latihan militer SPPI.
Dalam keterangannya Senin (29/6/2026), Yulius Setiarto menilai insiden yang terjadi dalam waktu kurang dari dua pekan itu merupakan tragedi kemanusiaan yang harus direspons secara serius.
Meski tata cara pemeriksaan kesehatan di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI telah diatur melalui Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 23 Tahun 2023, pelaksanaannya dinilai belum mampu menjamin keselamatan seluruh peserta.
Kegagalan mendeteksi kondisi kesehatan peserta sebelum pelatihan menjadi persoalan serius yang tidak hanya bertentangan dengan prinsip kehati-hatian, tetapi juga berpotensi melanggar hak warga negara atas keselamatan.
"Kegagalan dalam mendeteksi dan mengantisipasi kondisi medis peserta tidak hanya bertentangan dengan prinsip kehati-hatian, tetapi juga berpotensi melanggar hak atas keselamatan yang dijamin oleh konstitusi," kata politikus PDI Perjuangan itu.
Karena itu, pemerintah diminta segera menghentikan sementara seluruh kegiatan Latsarmil yang masih berlangsung. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR tersebut meminta Kemhan segera menghentikan sementara seluruh kegiatan Latsarmil yang masih berlangsung.
“Saat ini diperlukan penghentian sementara seluruh kegiatan Latsarmil yang tengah berjalan, disertai evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyelenggaraannya demi menjamin keselamatan peserta dan akuntabilitas negara," tegasnya.
Kementerian Pertahanan menyelenggarakan program SPPI untuk menyiapkan calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Pelatihan dimulai pada 17 Juni 2026 dan dijadwalkan berlangsung selama 45 hari hingga 31 Juli 2026. Pelatihan militer itu melibatkan 35.476 peserta di berbagai satuan pendidikan TNI di seluruh Indonesia.
Sesuai data Kemhan, lima peserta yang meninggal dunia adalah Yonanda Muhammad Taufiq akibat cardiac arrest, Anisa Muyassaroh karena heat stroke, Novia Rahmadhani Sihotang akibat komplikasi tuberkulosis (TB). Kemudian Muhammad Rifki Renaldi Gunawan dan Nola Diasari yang meninggal setelah mengalami sesak napas saat mengikuti latihan.
Satu hal lagi, Yulius juga menyoroti adanya peserta yang diketahui memiliki penyakit bawaan tetapi tetap lolos mengikuti pelatihan fisik. Menurutnya, kondisi tersebut mengindikasikan adanya masalah pada proses skrining kesehatan sebelum peserta diterjunkan ke lapangan.
Related News
Pedagang Online Kena Pajak di Marketplace Mulai Juli, Menkeu Siap!
Buntut MinyaKita Berbau Solar, Bulog Jatuhkan Sanksi Tegas Untuk KMR
Menteri Purbaya akan Pertimbangkan Usul Penghapusan Pajak JHT dan THR
Anggota DPR Minta Tuntaskan Kasus Judol Hayam Wuruk, Cari Aktornya
Kabar Baik, MagangHub 2026 Siapkan Rp4,2 Triliun, Ayo Daftar!
Agresif, Bank BSN Sabet The Best Sharia Banking in Mobile Banking





