Link Net (LINK) Memulai Transformasi ke Cisco Routed Optical Networking
:
0
EmitenNews.com - PT Link Net Tbk (LINK) dengan brand First Media, dan Cisco ( CSCO) mengumumkan perluasan jaringan ke kecepatan 400G per panjang gelombang untuk mendukung peningkatan permintaan bandwith dari perumahan dengan jaringan kabel Fiber-To-The-Home (FTTH), pelanggan korporasi optik metro, serta lingkungan kerja baru yang kini menggunakan sistem hybrid.
Link Net melakukan ekspansi ini dengan menggunakan platform Cisco guna meningkatkan dan mengoptimalkan pengalaman pelanggan secara menyeluruh. Link Net merupakan pelanggan pertama di Indonesia yang mengadopsi Cisco Routed Optical Networking.
Presiden Direktur dan CEO PT Link Net Tbk, Marlo Budiman dalam keterangan resmi hari ini (9/2) mengatakan, "Solusi-solusi yang hadir di pasaran saat ini biasanya membutuhkan dua atau tiga platform berbeda untuk memberikan apa yang dibutuhkan perusahaan, termasuk Link Net. Solusi Cisco Routed Optical Networking ini menyatukan IP dan Optik sehingga menyederhanakan jaringan kami dengan solusi yang lebih efisien dan lebih efektif secara keseluruhan, dan pada akhirnya dapat mengoptimalkan pemanfaatan capex dan opex kami."
Dunia yang kita tinggali saat ini semakin terhubung (hyper-connected) dan terdistribusi sehingga sangat bergantung pada konektivitas dibandingkan sebelumnya. Hal ini membuat tim teknologi informasi (TI) menghadapi tantangan untuk memberikan pengalaman digital yang optimal kepada pengguna di mana pun dan kapan pun mereka membutuhkan akses.
Country Head, Indonesia Service Provider Business Cisco, Meygin Agustina mengatakan, "Konvergensi jaringan IP dan Optik merupakan langkah awal menuju Routed Optical Networking (RON) masa depan yang berbasis standar terbuka. Link Net akan mendapatkan keuntungan dari pemanfaatan panjang gelombang yang lebih tinggi dan lebih efisien serta ketersediaan tinggi (high availability) dari jaringan yang lebih terukur (scalable) dan terkonvergensi."
Related News
PTPP Restrukturisasi Utang Rp18T, Ada Opsi Bayar dari Hasil Divestasi
KLBF Buka Opsi Delisting EPMT Jika Tak Bisa Penuhi Free Float
Presdir ASBI Hastanto Mundur Usai Direktur Keuangan Dibebastugaskan
Punya Pabrik Baru, SMLE Bidik PT Sinarom Beroperasi Penuh di 2027
Tersengat Gejolak Global, Kalbe (KLBF) Bakal Tinjau Ulang Capex 2026
SMLE Belum Bahas Dividen, Pilih Fokus Perluas Ekosistem Bisnis





