Link Net (LINK) Setujui Transaksi Afiliasi dengan EXCL Rp11T
Logo usaha Link Net (LINK).
EmitenNews.com - PT Link Net Tbk. (LINK) telah menggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Independen pada tanggal 23 September 2024 menyetujui rencana Perseroan untuk melakukan transaksi pengalihan unit bisnis residensial kepada PT XL Axiata Tbk (EXCL).
Secara rinci unit bisnis atau B2C (business-to-consumer) dan transaksi terkait, yakni penyewaan jaringan hybrid fixed-coaxial (HCF)/fiber to the home (FTTH) kepada PT XL Axiata Tbk untuk kepentingan penyediaan produk HFC/FTTH kepada para pelanggan residensial yang dialihkan dari Perseroan kepada PT XL Axiata Tbk, yang merupakan Transaksi Afiliasi sesuai regulasi OJK dalam No. 42/POJK.04/2020.
Manajemen LINK dalam risalah RUPS Kamis (26/9) menyetujui memberikan kuasa dan wewenang dengan hak substitusi kepada Direksi Perseroan untuk melaksanakan segala tindakan yang diperlukan berkaitan dengan Rencana Transaksi, termasuk tetapi tidak terbatas untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian dan/atau perubahan-perubahan yang diperlukan atas dokumen Rencana Transaksi.
Sebagai informasi, pada keterbukaan informasi 15 Agustus 2024 Manajemen LINK menuturkan bahwa perjanjian pengalihan semua hak dan kepentingan dalam, dari dan atas ServeCo yang akan dialihkan kepada XL Axiata Tbk. (EXCL) dilakukan pada tanggal 22 Mei 2024 sebagaimana diubah berdasarkan Agreement nomor: AMD-035/CSL-LN/XLBTA/VIII/24 tanggal 13 Agustus 2024 dan pada tanggal yang sama dengan tanggal penandatangan Perjanjian Pengalihan Usaha sebesar Rp1.875.000.000.000.
Para Pihak sepakat bahwa biaya sewa bulanan Layanan HFC/FTTH per pelanggan selama jangka waktu berlangganan produk XL HFC/FTTH oleh pelanggan sebesar Rp 120.000 per Home Connect per bulan untuk penetrasi Home Connect hingga 25% dan sebesar Rp 80.000 per Home Connect per bulan untuk penetrasi Home Connect setelah 25% dengan estimasi potensi pendapatan dari rencana transaksi sewa aset jaringan fiber optik adalah sebesar Rp11.069.207.000.000.
Related News
WIKA Beton (WTON) Raup Laba Rp40 Miliar, Siap Hadapi Pemulihan Siklus
MORA Siapkan Buyback Rp1 Triliun, Serap Saham Publik yang Tolak Merger
WGSH Siap Tebar 1 Miliar Saham Bonus, Recording Date 7 April
Obligasi dan Sukuk RATU Catat Kelebihan Permintaan 6,8 Kali
Cisadane (CSRA) Catat Lompatan Penjualan, Laba Ikut Terkerek 25 Persen
Alih Kendali Internal, FAPA Pindah Tangankan Saham Senilai Rp18,77T!





