WICO Fokus Bisnis Kesehatan, Rugi Bersih Susut 58,6 Persen pada 2025
:
0
PT Wicaksana Overseas International Tbk (WICO). Foto: WICO
EmitenNews.com - PT Wicaksana Overseas International Tbk (WICO) mencatatkan perbaikan kinerja keuangan sepanjang 2025 di tengah transformasi bisnis yang dijalankan perseroan. Emiten distribusi ini mulai memfokuskan portofolionya ke sektor kesehatan (healthcare) dan secara bertahap mengurangi lini usaha yang dinilai kurang strategis.
Berdasarkan laporan tahunan 2025, langkah restrukturisasi tersebut berdampak pada penurunan pendapatan. Namun, efisiensi operasional yang dilakukan perseroan berhasil menekan tingkat kerugian secara signifikan.
Pendapatan bersih WICO tercatat sebesar Rp584,93 miliar pada 2025, turun 55,4% dibandingkan episode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,31 triliun.
Meski demikian, margin laba bruto justru meningkat menjadi 12,41% dari sebelumnya 11,64%. Laba bruto tercatat sebesar Rp72,59 miliar, turun dari Rp153,12 miliar pada 2024.
Dari sisi bottom line, rugi bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menyusut 58,6% menjadi Rp66,38 miliar, dibandingkan rugi bersih Rp160,47 miliar pada tahun sebelumnya.
Perbaikan tersebut mencerminkan keberhasilan perseroan dalam menekan beban operasional serta meningkatkan efisiensi bisnis di tengah proses transformasi.
Di sisi neraca, total aset WICO tercatat sebesar Rp127,03 miliar per 31 Desember 2025, turun 45,5% dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp232,90 miliar. Total liabilitas tercatat sebesar Rp346,97 miliar, sedangkan ekuitas masih negatif Rp219,94 miliar.
Meski demikian, posisi kas dan setara kas menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Saldo kas perseroan meningkat menjadi Rp15,94 miliar pada akhir 2025 dari Rp2,41 miliar pada awal tahun, atau melonjak sekitar 561%.
Fokus Healthcare pada 2026
Memasuki 2026, WICO menargetkan penguatan bisnis di sektor healthcare dan distribusi bernilai tambah yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih stabil.
Related News
Ekspansi Global, Medco Komitmen Jangka Panjang
EMAS Suntik Anak Usaha USD175 Juta, Puasa Dividen, dan Defisit Bengkak
DOID Izin Buyback USD6 Juta, Garansi Free Float Tetap Jumbo
Sayap Patah GIAA, Terkubur Defisit, dan Lupa Cara Bagi Dividen
Ekuitas Jumbo, Free Float Secuil, Grup Djarum SUPR Pamit Go Private
Equity Development Investment (GSMF) Siap Private Placement Rp150M





