EmitenNews.com -PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba bersih pada Quarter 2 2023 sebesar Rp 107,7 miliar. Naik 187,80 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2022 sebesar Rp 37,4 miliar. 

 

Dengan demikian, laba bersih per saham setara dengan Rp 67,34 per lembar.

 

BUMD Pemprov DKI Jakarta ini mencatat pendapatan usaha Rp578,62 miliar hingga periode 30 Juni 2023 naik dari pendapatan usaha Rp413,72 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Laporan keuangan perseroan yang dikutip, Kamis (3/8/2023) menyebutkan, beban pokok pendapatan naik menjadi Rp269,52 miliar dari Rp187,65 miliar dan laba bruto diraih Rp309,10 miliar naik dari laba bruto Rp226,07 miliar.

 

Laba usaha meningkat menjadi Rp216,11 miliar dari laba usaha Rp108,18 miliar usai penurunan beban usaha menjadi Rp92,99 miliar dari Rp117,89 miliar.

 

Laba sebelum pajak turun menjadi Rp160,50 miliar dari laba sebelum pajak Rp41,85 miliar tahun sebelumnya. 

 

Jumlah liabilitas mencapai Rp2,47 triliun hingga periode 30 Juni 2023 naik dari jumlah liabilitas Rp2,33 triliun hingga periode 31 Desember 2022.


Sedangkan jumlah aset menjadi Rp4,09 triliun hingga periode 30 Juni 2023 naik dari jumlah aset Rp3,89 triliun hingga periode 31 Desember 2022.