LTLS Perkuat Bisnis Food Ingredients via Pengembangan FiberCreme
:
0
Ilustrasi produk dari PT Lautan Luas Tbk (LTLS). DOK/LTLS
EmitenNews.com -Perubahan preferensi konsumen terhadap pilihan pangan yang lebih beragam dan bernilai tambah turut mendorong perkembangan industri makanan dan minuman di Indonesia. Konsumen semakin memperhatikan komposisi bahan pangan serta fleksibilitas penggunaannya dalam berbagai kreasi makanan dan minuman. Kondisi ini membuka peluang bagi industri untuk mengembangkan produk yang dapat menjawab kebutuhan konsumen sekaligus mengikuti dinamika pasar.
Sebagai Integrated Ingredients and Solutions Provider dengan pengalaman lebih dari 75 tahun, PT Lautan Luas Tbk (LTLS) terus mengembangkan portofolio bisnisnya melalui berbagai solusi yang menjawab kebutuhan industri dan konsumen. Salah satunya dilakukan melalui anak usahanya yang bergerak di bidang makanan dan minuman dengan mengembangkan FiberCreme, krimer multifungsi tinggi serat yang dapat digunakan dalam berbagai kreasi makanan dan minuman.
Diluncurkan pada 2017, FiberCreme hadir sebagai pelopor krimer multifungsi pertama di Indonesia yang mengandung serat pangan tinggi dan dapat digunakan dalam berbagai kreasi pangan. Awalnya dikenal sebagai campuran kopi, produk ini kini telah berkembang penggunaannya, mulai dari berbagai jenis minuman hingga masakan Nusantara.
Eurike Hadijaya, Head of Investor Relations, Corporate Communications, & ESG PT Lautan Luas Tbk, mengatakan bahwa pengembangan FiberCreme merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat portofolio bisnis di sektor makanan dan minuman. Perusahaan melihat peluang untuk menghadirkan solusi bahan pangan yang semakin beragam, sejalan dengan perubahan preferensi konsumen dan perkembangan industri.
"Pengembangan FiberCreme merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat portofolio bisnis di sektor makanan dan minuman. Kami melihat adanya peluang untuk menghadirkan solusi bahan pangan yang semakin beragam, sejalan dengan perubahan preferensi konsumen dan perkembangan industri. Melalui pengembangan produk, perluasan kanal distribusi, serta penetrasi pasar yang lebih luas, kami berharap FiberCreme dapat terus memperkuat posisinya di pasar domestik maupun internasional," ujar Eurike.
Pengembangan FiberCreme berangkat dari kebutuhan konsumen yang ingin menikmati makanan lezat sekaligus memperhatikan asupan nutrisi. Dengan penggunaan yang praktis, FiberCreme dikembangkan sebagai alternatif bahan pangan untuk berbagai menu sehari-hari, termasuk sebagai alternatif santan dan susu dalam kreasi makanan dan minuman.
Upaya pengembangan tersebut turut mendapat pengakuan di pasar. Di Indonesia, FiberCreme telah meraih penghargaan Top Brand Awards pada 2019, 2022, 2025, dan 2026. Sementara di tingkat internasional, FiberCreme memperoleh penghargaan World Food Innovation Awards 2024 untuk kategori Best Health Innovation. Berbagai pencapaian ini memperkuat posisi FiberCreme di pasar krimer multifungsi, baik di Indonesia maupun mancanegara.
Dalam mengembangkan bisnisnya, FiberCreme menyasar konsumen rumah tangga serta pelaku usaha makanan dan minuman. Segmen ritel berperan dalam memperkenalkan produk kepada konsumen, sementara segmen Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) serta industri pengolahan pangan membuka peluang pemanfaatan produk dalam skala yang lebih besar.
FiberCreme juga menyesuaikan pendekatan pemasarannya dengan karakteristik dan kebiasaan konsumen dari berbagai generasi. Bagi kalangan millennial moms, produk ini diperkenalkan sebagai alternatif santan dan susu dalam kreasi masakan keluarga, sesuai dengan kebutuhan resep. Sementara itu, melalui Creamie Campaign, FiberCreme menyasar generasi Z melalui kreasi creamy mie hacks, yaitu penggunaan FiberCreme untuk menambah tekstur creamy pada mi instan dan berbagai makanan sehari-hari.
Selain memperluas penggunaan produk di pasar domestik, perusahaan juga mengembangkan jangkauan FiberCreme ke pasar internasional. Saat ini, FiberCreme telah tersedia melalui kanal ritel di sejumlah negara Asia Tenggara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas penetrasi pasar dan memperkenalkan produk kepada konsumen di kawasan regional.
Related News
Laba Menukik, Agoes Projosasmito Makin Intens Jala Saham BRMS
RANS Buka Suara Soal Tur Asia D’MASIV, Begini Klarifikasinya
Laba & Saham Naik Brutal, Emiten ini Berujung Pembekuan, dan HSC
AMOR Jadwal Dividen Final, Cum Date 12 November
Laba Mandiri Melesat 19,6% Capai Rp46,5 Triliun Hingga Oktober 2026
Tambah Modal, Garuda Indonesia (GIAA) Rights Issue 248,71 Miliar Saham





