EmitenNews.com - Wilton Makmur Indonesia (SQMI) sepanjang kuartal pertama 2023 merugi Rp6,60 miliar. Bengkak 25 persen dari periode sama tahun sebelumnya minus Rp5,27 miliar. Rugi per saham bengkak menjadi Rp0,43 dari periode sama tahun sebelumnya Rp0,34 per eksemplar. 


Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Rp969,49 juta, anjlok 30 persen dari edisi sama tahun lalu Rp1,39 miliar. Beban pokok penjualan Rp812,50 juta, turun dari episode sama tahun sebelumnya Rp1,03 miliar. Laba kotor terkumpul Rp156,98 juta, longsor 56 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp359,76 miliar. 


Total beban usaha Rp6,81 miliar, membengkak dari edisi sama tahun lalu Rp5,53 miliar.  Beban operasi lapangan Rp2,80 miliar, naik dari Rp936,75 juta. Beban umum dan administrasi Rp6,74 miliar, bertambah dari Rp4,45 miliar. Pendapatan usaha lainnya dari keuntungan selisih kurs Rp2,73 miliar melesat dari Rp141,08 juta. Beban lain-lain bersih Rp914 turun dari Rp1.095. 


Rugi usaha Rp6,66 miliar, bengkak dari periode sebelumnya Rp5,17 miliar. Total beban lain-lain Rp77,80 juta, susut dari Rp188,58 juta. Pendapatan keuangan Rp127,87 juta, turun dari Rp137,93 juta. Pajak final atas pendapatan keuangan Rp25,57 juta, turun dari Rp27,58 juta. Beban keuangan Rp180,10 juta, menukik dari Rp298,92 juta. 


Total ekuitas Rp153,84 miliar, susut dari edisi akhir 2022 sejumlah Rp160,58 miliar. Akumulasi defisit Rp388,59 miliar, bengkak dari posisi akhir tahun lalu Rp381,98 miliar. Jumlah liabilitas Rp321,22 miliar, menanjak dari periode akhir tahun lalu Rp315,61 miliar. Total aset Rp475,07 miliar, turun dari episode akhir 2022 senilai Rp476,20 miliar. (*)