EmitenNews.com - Waskita Karya (WSKT) per 30 Juni 2026 boncos Rp1,91 triliun. Menyusut sekitar 16,95 persen dari episode sama tahun lalu senilai Rp2,3 triliun. Dengan demikian, rugi per saham dasar ikut menciut menjadi Rp66,57 dari sebelumnya Rp80,17.

Pendapatan usaha Rp4,91 triliun, surplus 58,38 persen dari posisi sama tahun lalu Rp3,1 triliun. Beban pokok pendapatan Rp4,41 triliun, bengkak dari fase sama tahun sebelumnya Rp2,44 triliun. Laba kotor terkumpul Rp504,2 miliar, anjlok 23,75 persen dari episode sama tahun lalu Rp661,32 miliar.

Beban penjualan Rp62,78 miliar, naik dari Rp56,25 miliar. Beban umum dan administrasi Rp730,66 miliar, bertambah dari Rp682,07 miliar. Beban non-concentration plant Rp5,31 miliar, susut dari Rp17,74 miliar. Beban pajak final Rp95,56 miliar, bengkak dari Rp53,99 miliar.

Pendapatan bunga Rp205,63 miliar, menukik dari Rp314,42 miliar. Untung selisih kurs Rp33,4 miliar, melonjak dari Rp21,84 miliar. Pendapatan lain-lain Rp49,49 miliar, meroket dari tekor Rp426,81 miliar. Rugi bersih sebelum beban keuangan dan entitas asosiasi dan ventura bersama Rp101,59 miliar, susut dari Rp239,29 miliar.

Beban keuangan Rp1,89 triliun, bengkak dari Rp1,87 triliun. Bagian rugi bersih entitas asosiasi dan ventura bersama Rp168,07 miliar, berkurang dari Rp274,52 miliar. Beban pajak penghasilan Rp5,42 miliar, bengkak dari Rp2,51 miliar. Rugi periode berjalan Rp2,17 triliun, turun tipis dari posisi sama tahun lalu Rp2,39 triliun.

Jumlah ekuitas Rp1,55 triliun, anjlok parah dari akhir 2025 senilai Rp3,67 triliun. Defisit Rp22,13 triliun, bengkak dari akhir tahun lalu Rp20,22 triliun. Total liabilitas Rp66,53 triliun, mengalami penyusutan dari akhir tahun sebelumnya Rp67,06 triliun. Jumlah aset Rp68,08 triliun, berkurang dari Rp70,73 triliun. (*)