ASII Buru Izin Investor, Geber Program MSOP Segini
:
0
Gedung menara Astra berdiri kukuh di Bilangan Sudirman, Jakarta. FOTO - Dok Astra
EmitenNews.com - Astra International (ASII) bakal mengalihkan saham hasil buyback berskema program kepemilikan saham oleh manajemen perusahaan alias management stock option plan (MSOP). Jumlah saham treasuri yang akan dialihkan tidak melebihi dari 100 juta lembar. Pengalihan saham itu, diambil dari hasil buyback yang telah dilakukam dalam tiga periode.
Nah, dari tiga periode tersebut, Astra memiliki simpanan saham treasuri sebanyak 563.492.100 lembar. Itu terdiri dari 305.213.900 saham hasil buyback periode 1 sejak 3 November 2025 sampai 13 Januari 2026. Periode 2 dari 19 Januari 2026 hingga 25 Februari 2026 sebanyak 104.850.800 lembar.
Lalu, pride 3 dari 16 Maret 2026 sampli 15 Juni 2026 sebanyak 153.427.400 eksemplar. Saham yang akan dialihkan bersumber dari saham yang dibeli kembali melalui pembelian kembali saham selama periode 3, yang dicatat sebagai saham treasuri. Periode MSOP dalam tempo 3 tahun, dan dapat diperpanjang.
Rencana itu, akan dimintakan izin investor dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada Jumat, 17 Juli 2026. Harga pelaksanaan MSOP yaitu harga saham kala pengalihan saham kepada peserta. Sebagai program remunerasi jangka panjang, pembayaran atas saham dalam program MSOP menjadi tanggung jawab sepenuhnya perseroan.
Program MSOP bersifat jangka panjang dan akan dilaksanakan secara berkala. Di bawah program ini, bagian dari remunerasi yang biasanya diberikan dalam bentuk tunai, akan diberikan dalam bentuk saham. Tidak ada ketentuan lock-up atas saham yang dialihkan sehubungan dengan Program MSOP. (*)
Related News
Berlabel HSC, HATM Sodorkan Private Placement 800 Juta Lembar
Aksi Sri Tahir Sebelum MPRO Sandang Jawara HSC
Hasil Bersih IPO Medela Potentia (MDLA) Rp635M, Cek Peruntukannya
Ramai-ramai Petinggi Bank Jatim Tambah Kepemilikan Saham, Cek Datanya
Dapat Tugas Lain, Direktur Hasnur Internasional (HAIS) Ini Undur Diri
KMTR Pasang Badan Jamin Utang Sindikasi US$200 Juta Anak Usaha





