EmitenNews.com - PT Ratu Prabu Energy Tbk (ARTI) mencatatkan rugi tahun berjalan Rp58,105 miliar dalam sembilan bulan pertama tahun 2021, menyusut 93,5 persen dibandingkan periode sama tahun 2020 yang menyentuh Rp906,48 miliar.


Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal III 2021 tanpa audit emiten jasa tambang minyak dan gas ini yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (18/2/2022).


Padahal pendapatan bersih anjlok 90 persen tersisa Rp3,131 miliar. Rincinya, penyewaan rig dan peralatan minyak sebesar Rp1,637 miliar dan jasa perminyakan lainnya sebesar Rp1,494 miliar.


Walau harga pokok penjualan dapat ditekan 34,6 persen menjadi Rp32,176 miliar, rugi kotor tetap bengkak 52.63 persen menjadi Rp29,044 miliar.


Menariknya, perseroan pada kuartal III 2021 tidak lagi mencatatkan Impairment investasi PT Pertamina EP, Impairment atan nilai tanah dan aset BOT, Impairment piutang, serta impairment uang muka proyek Ratu Prabu 3. Sedangkan pada kuartal III 2020 empat pos tersebut


Keempat post tersebut menyentuh Rp826,7 miliar. Adapun aset mengalami penyusutan sedalam 5,86 persen menjadi Rp802,57 miliar.