EmitenNews.com - PT Bank Central Asia (BBCA) akhirnya mencatat kapitalisasi pasar Rp1.001 triliun. Menempati posisi nomor wahid setara 11,4 persen dari seluruh kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI).


Merujuk data BEI Rabu (16/3), BCA mengungguli Bank BRI, Telkom Indonesia, Bank Mandiri, dan Astra International. Berikut 10 emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) senilai Rp698 triliun, PT Telkom Indonesia (TLKM) sejumlah Rp459 triliun, PT Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp367 triliun, dan PT Astra International (ASII) setara Rp259 triliun.


Kemudian menyusul PT Bank Jago (ARTO) selevel Rp215 triliun, PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) sejumlah Rp207 triliun, PT Bank Negara Indonesia (BBNI) sebesar Rp154 triliun, PT Elang Mahkota Teknologi (EMTK) senilai Rp136 triliun, dan PT Bayan Resources (BYAN) Rp133 triliun. Total kapitalisasi pasar 10 emiten itu, mencapai Rp3.628 triliun atau 41,4 persen dari total kapitalisasi pasar saham BEI. 


Menyudahi perdagangan Rabu, 16 Maret 2022, saham BCA melesat 0,61 persen ke level Rp8.200 per lembar. Saham BCA berada di level tertinggi Rp8.275, dan terendah Rp 8.075 per lembar. 


Total frekuensi perdagangan saham 18.040 kali dengan volume perdagangan 1.662.013 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,4 triliun. Investor asing memburu saham BCA dengan aksi beli Rp655,4 miliar.


BCA melakukan initial public offering (IPO) pada 31 Mei 2020 dengan harga penawaran perdana Rp 1.400 per lembar. Sejak IPO, saham BCA tercatat sudah beberapa kali melakukan pemecahan nominal (stock split) saham. Terakhir, BCA melakukan stock split medio Oktober 2021 dengan rasio 1:5.


Dengan rasio itu, setiap satu saham dipecah menjadi 5 saham baru. Nilai nominal per saham BCA sebelum stock split Rp62,5 per saham, sedang nilai nominal per saham BCA setelah stock split menjadi Rp12,5 per lembar. Kala stock split itu, nilai kapitalisasi BCA bertengger di kisaran Rp943 triliun. (*)