Marlo Budiman Tinggalkan Kursi Empuk Lippo Cikarang (LPCK)
:
0
Marlo Budiman. Dok. Investor Daily.
EmitenNews.com - Marlo Budiman meninggalkan kursi empuk PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK). Presiden Direktur LPCK itu, mengajukan pengunduran diri di tengah aktivitas Grup Lippo menggarap proyek rumah susun subsidi di Kawasan Meikarta.
Dalam keterangannya yang dikutip Senin (2/2/2026), Sekretaris Perusahaan Lippo Cikarang Peter Adrian mengatakan perseroan telah menerima surat pengunduran diri Marlo Budiman dari jabatannya sebagai Presiden Direktur perseroan pada 30 Januari 2026.
Laman resmi Lippo Cikarang mencatat, Marlo menjabat sebagai Presiden Direktur LPCK berdasarkan keputusan RUPS Tahunan pada 21 Mei 2025 sampai ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang akan diadakan pada 2026.
“Pelaksanaan rapat umum pemegang saham terkait dengan pengunduran diri tersebut akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku,” paparnya dalam keterbukaan informasi, Senin (2/2/2026).
Selanjutnya Peter menegaskan tidak terdapat dampak dari kejadian, informasi, atau fakta material tersebut terhadap perseroan.
Yang menarik, pengunduran diri Marlo Budiman itu terjadi di tengah langkah ekspansi Grup Lippo menggarap pengembangan rumah susun subsidi di Kawasan Meikarta. Rencananya rusun tersebut dibangun di atas lahan seluas 30 hektare.
Head of Project Management LPKR Fritz Atmodjo menjelaskan bahwa pengembangan rusun subsidi tersebut akan dibangun di 3 area berbeda dengan masing-masing luas lahan tiap kawasan seluas 10 ha.
"Satu tower akan terdiri 2.600 unit, dalam lahan 10 hektare ini," kata Fritz dalam agenda Land Clearing Rumah Susun Subsidi Untuk Rakyat, di Meikarta, Jawa Barat, Kamis (29/1/2026).
Rencananya, LPKR bakal membangun 18 tower di setiap kawasan. Artinya, LPKR bakal membangun 54 tower rusun subsidi dengan total unit mencapai 141.000 unit di atas lahan 30 hektare.
Marlo Budiman juga tercatat sebagai Presiden Komisaris PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT)
Related News
Didukung China, Menkeu Umumkan Panda Bond USD1 Miliar Terbit 23 Juli
Rupiah Jauhi Level 18.000 per USD Hari Ini
Kemenkeu Siapkan Jurus Ini Jaga Stabilitas Keuangan Semester II
Pasar Saham Asia Bangkit Saat Iran Isyaratkan Terima Gencatan Senjata
Harga Emas Dunia Tertahan Konflik, Emas Antam Melemah Rp9.000
Hang Seng Stabil, Sektor Teknologi Dongkrak Shanghai





