Masuk Cum Date Rights Issue, Saham Ini Malah Kena Suspensi
Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dinamika penguatan serta penurunan indeks.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mensuspensi perdagangan saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) dan INET-W pada perdagangan Selasa (25/11), tepat di hari cum date rights issue perseroan.
Penutupan sementara diberlakukan setelah saham INET sehari sebelumnya mengalami lonjakan signifikan pada hari sebelumnya yakni, melonjak 25% atau naik 135 poin hingga menyentuh Auto-Rejection Atas (ARA) di harga tertinggi harian Rp675.
Data BEI memperlihatkan kenaikan INET dalam sepekan naik 32,35% dari Rp510, dalm sebulan melonjak 134,38% dari Rp288 (25 Oktober 2025), dalam triwulan naik 167,86% dari Rp250 (25 Agustus 2025), dan sepanjang year-to-date 2025 INET telah meroket 1.063,79% dari Rp58 per saham.
Kepala Divisi Peraturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., menjelaskan bahwa suspensi dilakukan sebagai upaya cooling-down atas pergerakan harga yang tidak wajar.
“Suspensi diberlakukan untuk menjaga perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien. Kebijakan ini mulai efektif pada Selasa, 25 November 2025,” ujar Pande.
BEI mengimbau investor untuk memperhatikan keterbukaan informasi perseroan, khususnya terkait aksi korporasi rights issue yang sedang berlangsung.
Related News
Aset Tembus Rp1.028 T, Bank Syariah Terus Didorong Konsolidasi
Penghimpunan Dana Korporasi dari Pasar Modal Tembus Rp238,68 Triliun
Bos BEI: Putusan Final Kajian Demutualisasi Ada di Tangan Shareholder
Delapan Saham Keluar dari Suspensi, Lima Langsung ARA Satu ARB
Penyaluran Kredit Masih Belum Melejit
Konsolidasi Bank Kecil, OJK Sebut Masih Bersifat Persuasif





