Masuk Radar UMA, Saham Trisula Textile (BELL) Masih Terus Menghijau
EmitenNews.com — Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini tengah mencermati pola transaksi saham salah satu emiten yaitu PT Trisula Textile Industries Tbk. (BELL). Saham BELL tersebut di pantau lantaran telah terjadi peningkatan harga yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity).
Pada pembukaan perdagangan pagi ini, saham BELL masih menguat ke level 194 per saham atau naik 28 poin setara 16,17 persen dari harga sebelumnya 167 per saham. Lonjakan itu di topang oleh volume sebanyak 103,95 lot, nilai transaksi mencapai Rp20,45 miliar dan frekuensi 8.954 kali hingga pukul 09:16 WIB
Patut dicermati kembali bahwa Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang - undangan di bidang Pasar Modal.
Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 22 April 2022 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) terkait penyampaian materi public expose . tahunan.
"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas perdagangan saham BELL, BEI meminta para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa."tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M. Panjaitan, dalam surat keterbukaan Informasi BEI, Rabu (27/4).
Selain itu, Bursa juga menghimbau agar para investor mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, serta mengkaji kembali rencana corporate action perseroan apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS.
"Investor juga diharapkan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi,"tegasnya.
Related News
IHSG di Ambang Tekanan, OJK Soroti Faktor Dinamika Eksternal
Operasional Pulih, BEI Buka Suspensi Laba Sekuritas Indonesia
12 Antrean Menuju IPO 2026, Bos BEI Beber Belum Ada BUMN hingga Konglo
Mencuat 4 Paket Calon Direksi Bursa, OJK Buka Suara
Ganti Rugi Investor Pasar Modal Seret, OJK Beber Kendalanya
Respon Permintaan MSCI, KSEI Perluas Klasifikasi Investor Jadi 39





