EmitenNews.com - Mayora Indah (MYOR) per 31 Desember 2025 membukukan laba bersih Rp2,86 triliun. Menciut sekitar 4,66 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp3 triliun. Dengan hasil itu, laba per saham dasar ikut melorot menjadi Rp128,42 dari sebelumnya Rp134,19. 

Penjualan bersih Rp38,68 triliun, melonjak 7,23 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp36,07 triliun. Beban pokok penjualan Rp30,18 triliun, mengalami pembengkakan dari edisi akhir 2024 senilai Rp27,77 triliun. Laba kotor terkumpul Rp8,49 triliun, mengalami peningkatan dari Rp8,3 triliun. 

Total beban usaha Rp4,76 triliun, bengkak dari Rp4,38 triliun. Itu meliputi beban penjualan Rp3,88 triliun, bengkak dari Rp3,52 triliun. Beban umum dan administrasi Rp885,62 miliar, bengkak dari Rp857,91 miliar. Laba usaha Rp3,72 triliun, bengalami penmusutan dari Rp3,91 triliun. 

Untung selisih kurs Rp230,89miliar, melesat dari Rp148,59 miliar. Penghasilan bunga Rp125,49 miliar, turun dari Rp151,06 miliar. Keuntungan penjualan aset Rp2,72 miliar, susut dari Rp17,49 miliar. Beban bunga Rp593,09 miliar, bengkak dari Rp25,19 miliar. Beban lain-lain bersih Rp107,21 miliar, bengkak dari Rp34,27 miliar. 

Jumlah ekuitas terkumpul Rp18,36 triliun, mengalami lonjakan dari akhir tahun sebelumnya Rp17,1 triliun. Total liabilitas Rp13,01 triliun, bengkak dari akhir 2024 sebesar Rp12,62 triliun. Jumlah aset tercatat Rp31,37 triliun, melonjak dari akhir tahun sebelumnya senilai Rp29,72 triliun. (*)