Mega Capital Update: Bursa Regional Beragam, IHSG Cenderung Menguat Terbatas
Pagi ini bursa regional mixed, IHSG fluktuatif menguat terbatas (6.325 – 6.395) Indeks harga saham gabungan (IHSG) masih melanjutkan relinya dengan ditutup menguat 0,56 persen atau 35,11 poin ke level 6.361. Delapan indeks sektoral berakhir di zona hijau dipimpin sektor aneka industri (+1,28 persen) dan industri dasar (+1,13 persen). Adapun hanya sektor pertanian yang mengalami penurunan sebesar 0,08 persen. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp120,81 miliar. Indeks saham di Asia Tenggara juga bergerak menguat (indeks FTSE Malay KLCI +0,48 persen, indeks FTSE Straits Time Singapura +0,47 persen, indeks SE Thailand +0,14 persen, dan indeks PSEi Filipina +0,12 persen). Sementara di kawasan Asia lainnya, indeks Topix dan Nikkei 225 ditutup turun masing-masing 0,38 persen dan 0,49 persen, sama halnya dengan indeks Kospi yang melemah 0,27 persen. Bursa saham China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng mampu memperpanjang penguatannya masing-masing dengan kenaikan sebesar 0,56 persen dan 0,55 persen. Secara keseluruhan bursa Asia bergerak fluktuatif saat meredanya kekhawatiran perang dagang dibayangi kekhawatiran serangan militer AS terhadap Suriah, sebagai respons terhadap dugaan serangan gas kimia di Suriah akhir pekan lalu. Pergerakan indeks saham acuan Wall Street berakhir melemah, dimana indeks DJIA -0,9 persen, indeks S&P 500 -0,55 persen, dan indeks Nasdaq -0,36 persen, akibat risiko geopolitik antara AS dan Suriah. Ketegangan yang meningkat mendorong harga minyak, sehingga harga saham energi di Wall Street naik 1 persen. Namun sentimen risiko yang membebani imbal hasil surat utang AS telah mendorong harga saham keuangan turun 1,3 persen.
- PTBA Bagi Dividen Rp 3,35 Triliun
- ASGR Alokasikan Belanja Modal Rp 400 Miliar
- ACST Bagi Dividen 40 persen
- Harga Saham Perdana Asuransi Tugu Pratama Rp 3,850-5,000
- BRPT Rights Issue USD 1 Miliar
- Penjualan Emas ANTM Naik 226 persen
Related News
Di Balik Angka Laba Cimory di Tahun 2025 Part 2, Ini Strategi Salesnya
Cerita Di Balik Angka Laba Cimory di Tahun 2025 Part 1
Program Susu Sekolah MBG jadi Katalisator Ultrajaya Tekan Biaya Iklan
Efek Hormuz dan Prospek Fiskal, Bagaimana Nasib Market Ke Depan?
Transparansi 1 Persen - Titik Buta Pengawasan Pasar: Studi Kasus TPIA
Memaknai Rating Outlook Negatif Fitch dan Moody's untuk Indonesia





