EmitenNews.com - Harta Djaya (MEJA) memutuskan puasa dividen tahun buku 2025. Itu menyusul koleksi rugi bersih senilai Rp21,61 miliar. Selain itu, perseroan juga tidak menyisihkan dana cadangan sebagaimana Pasal 70 UU nomor 40 tahun 2007. 

Keputusan itu, telah dipatenkan dalam rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa perseroan pada 8 April 2026. Di samping itu, dalam rapat itu, perseroan menyampaikan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum per 31 Desember 2025 tercatat Rp33,95 miliar.

Lalu, sisa dana belum terealisasi Rp11,49 miliar. Tidak kalah penting, peserta rapat memberikan wewenang kepada perseroan untuk menggeber right issue, melakukan pembentukan anak usaha baru dengan kepemilikan 99,9 persen, dan melaksanakan pemisahan (spin-off) unit usaha perseroan ke dalam anak usaha tersebut. 

Sepanjang 2025, MEJA mengemas rugi Rp21,6 miliar. Bengkak 964 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp2,5 miliar. So, rugi per saham menjadi Rp10,88 dari sebelumnya surplus Rp1,35. Penjualan bersih Rp28,07 miliar, melorot 40,46 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp47,15 miliar. 

Beban pokok penjualan Rp27,98 miliar, berkurang dari akhir tahun sebelumnya Rp31,59 miliar. Laba kotor Rp93,28 juta, mengalami menciut 99,4 persen dari tahun sebelumnya Rp15,56 miliar. (*)