Melaju Kencang, Bursa Bendung Lima Saham Kapal
Ilustrasi tren kenaikan harga (uptrend).
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan lima saham emiten perkapalan dari sektor logistik dan transportasi setelah mencatat lonjakan harga. Suspensi perdagangan tersebut efektif mulai Senin (5/1/2026).
Saham yang disuspensi yakni PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD), PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), HUMI-W, PT Soechi Lines Tbk (SOCI), serta PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM).
BEI juga mencatat PT Antara Logistics Indonesia Tbk (ALII) dan BBRM telah memasuki suspensi kedua dan berpotensi kembali masuk skema Full Call Auction (FCA).
Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., menyatakan suspensi dilakukan untuk cooling down.
“Langkah ini bertujuan memberikan waktu bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan keputusan investasi secara rasional,” ujarnya.
Pergerakan kelima saham terakhir sebelum disuspensi, pada penutupan perdagangan Jumat (2/1/2026) emiten logistik grup Bakrie yakni, ALII naik 4,80 persen ke Rp1.310, SOCI melonjak 16,47 persen ke Rp580, BBRM menguat 15,09 persen ke Rp244, kemudian, HUMI melesat mentok 24,81 persen menyentuh Auto-Rejection Atas (ARA) ke Rp322, dan diikuti pula oleh LEAD yang terbang setinggi 33,77 persen ke Rp206.
ALII tercatat menguat tipis 1,5% dalam sepekan naik 20 poin di rp1.310 dalam sebulan pencatatan kenaikan fantastis sehingga 111,29% naik 690 poin dari harga Rp615 pada 5 Desember 2025 dan dalam triwulan terakhir telah mencetak kenaikan 140,37% atau 765 poin naik dari harga Rp545 pada awal Oktober 2025.
Selanjutnya yakni, saham HUMI milik Tommy Soeharto itu dalam sepekan tercatat menguat 38,79 persen naik 90 poin iRp 322 dalam sebulan tercatat masih dalam penguatan berkisar 37,61 persen setara 88 poin dari harga sebelumnya Rp 234 dan dalam triwulan terakhir tercatat harga sahamnya telah melonjak setinggi 147,69 persen naik 192 poin dari harga Rp130 pada awal Oktober 2025.
Lalu saham dalam sepekan tercatat menguat 31,21 persen naik 49 poin di Rp206 dalam sebulan melonjak drastis hingga 139,53 persen naik 120 koin dari harga Rp86 pada 5 Desember 2025 dan dalam dua bulan terakhir tercatat dalam penguatan 139,53 persen dari harga Rp86 pada awal Oktober 2025
Selanjutnya yakni paham SOCI dalam sepekan tercatat menguat 11,54 persen naik 60 poin di Rp580 dalam sebulan melanjutkan kenaikan hingga 135,77 persen naik 334 poin dari Rp246 pada 5 Desember 2025 dan dalam triwulan terakhir harga sahamnya telah terbang setinggi 181,55 persen naik 374 poin dari Rp206 pada awal Oktober 2025
Kemudian yang terakhir yakni saham BBRM dalam sepekan tercatat dalam penguatan 15,09 persen naik 32 poin di Rp244 dalam sebulan melanjutkan really kenaikan setinggi 130,19 persen dan 138 poin d dari Rp106 pada 5 Desember 2025 dan dalam triwulan terakhir telah menanjak setinggi 183,72 persen naik 158 poin dari harga Rp86 pada awal Oktober 2025.
Related News
Balikkan Rugi jadi Laba, Aracord Nusantara (RONY) Tambah 100 Truk EV
Lepas FCA, Tiga Saham Ini Kembali Tancap Gas ke Harga Atas!
OJK Siapkan Aturan Baru Bagi Finfluencer
Harga Referensi CPO dan Biji Kakao Periode Januari 2026 Turun
Tiga Saham Dipantau Bursa, Nasibnya Kontras
Tiga Saham Akhiri Suspensi, Satu Langsung Menukik ARB





