Melejit 23,72 Persen, Laba INDF Kuartal III 2024 Tembus Rp8,76 Triliun
:
0
Gedung Indofood Tower berdiri tegak di antara belantara hutan beton Daerah Khusus Jakarta. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indofood Sukses (INDF) per 30 September 2024 meraup laba bersih Rp8,76 triliun. Melejit 23,72 persen dari periode sama tahun lalu Rp7,08 triliun. Dengan hasil itu, laba per saham dasar melesat menjadi Rp998 dari sebelumnya Rp807.
Penjualan bersih Rp86,94 triliun, menanjak 3,64 persen dari posisi sama tahun lalu Rp83,88 triliun. Beban pokok penjualan Rp57,24 triliun, berkurang dari edisi sama tahun lalu Rp57,7 triliun. Laba kotor tercatat Rp29,69 triliun, melesat dari periode sama tahun lalu Rp26,18 triliun.
Beban penjualan dan distribusi Rp9,3 triliun, bengkak dari Rp8,24 triliun. Beban umum dan administrasi Rp4,11 triliun, bengkak dari Rp3,81 triliun. Laba dari nilai wajar aset biologis Rp166,87 miliar, meroket dari Rp20,23 miliar. Penghasilan operasi lain Rp959,68 miliar, surplus dari Rp695,47 miliar.
Beban operasi lain Rp1,3 triliun, bengkak dari Rp620,66 miliar. Laba usaha Rp16,09 triliun, mengalami lompatan dari Rp14,22 triliun. Penghasilan keuangan Rp2,58 triliun, melonjak dari Rp1,12 triliun. Beban keuangan Rp2,79 triliun, bengkak dari Rp2,52 triliun. Pajak final atas penghasilan bunga Rp201,33 miliar, bengkak dari Rp115,87 miliar.
Laba periode berjalan Rp12,28 triliun, surplus dari Rp9,8 triliun. Total ekuitas Rp107,94 triliun, melejit dari akhir 2023 senilai Rp100,46 triliun. Jumlah liabilitas Rp87,54 triliun, bengkak dari Rp86,12 triliun. Total aset Rp195,48 triliun, melonjak dari akhir tahun lalu Rp186,58 triliun.
”Dalam kondisi ekonomi global yang sedang beradaptasi, Indofood data mempertahankan kinerja positif. Kami tetap optimistis dengan waspada, tetap menjaga posisi neraca kuat, keseimbangan antara pandas pasar, dan profitabilitas,” tegas Anthoni Salim, Direktur Utama dan CEO Indofood Sukses. (*)
Related News
Cilacap Samudera (ASHA) Lego Aset Kapal 500 GT Rp5,9 Miliar
Balikpapan Superblock Jadi Andalan, BSBK Bidik Trafik dan Hunian Naik
BBKP Kucurkan Rp400M ke Sektor FMCG, Perkuat Ekspansi Kredit Wholesale
Penjualan Naik, Laba Garuda (BOLT) Melonjak 36,26 Persen pada Q1-2026
Pendapatan STAA Melonjak 49,4 Persen di Q1-2026, Laba Justru Monoton
7 Emiten Cum Date di Awal Pekan (27/4), Tengok Detailnya





