Melejit 32 Persen, PGAS Kuartal III 2024 Tabulasi Laba USD263,38 Juta
:
0
Petugas lapangan menginspeksi instalasi jaringan gas besutan PGN. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Pertamina Gas Negara (PGAS) per 30 September 2024 mencatat laba bersih USD263,38 juta. Melejit 32,69 persen dari episode sama tahun lalu sebesar USD198,49 juta. Dengan demikian, laba bersih per saham dasar dan dilusian menanjak menjadi USD0,0109 dari sebelumnya USD0,0082.
Pendapatan USD2,81 miliar, surplus 4,46 persen dari edisi sama tahun lalu USD2,69 miliar. Beban pokok pendapatan USD2,22 miliar, bengkak dari posisi sama tahun lalu USD2,16 miliar. Laba kotor tercatat USD587,24 juta, melonjak dari posisi sama tahun lalu USD523,04 juta.
Pendapatan lain-lain USD18,62 juta, mengalami lonjakan dari USD16,45 juta. Beban umum dan administrasi USD143,91 juta, bengkak dari USD136,72 juta. Beban lain-lain USD46,26 juta, bengkak dari USD12,89 juta. Laba operasi USD415,69 juta, melonjak signifikan dari posisi sama tahun lalu USD389,88 juta.
Bagian laba dari ventura bersama USD56,93 juta, naik dari USD49,79 juta. Pendapatan keuangan USD43,94 juta, melesat dari USD35,75 juta. Laba selisih kurs USD13,02 juta, melejit signifikan dari USD5,19 juta. Beban keuangan berkurang menjadi USD61,43 juta dari USD78,77 juta.
Provisi atas kontrak yang memberatkan USD3,48 juta, bengkak dari USD4,41 juta. Laba sebelum pajak penghasilan USD464,67 juta, melejit dari posisi sama tahun lalu USD367,56 juta. Beban pajak penghasilan USD120,2 juta, bengkak dari USD94,02 juta. Laba periode berjalan USD344,47 juta, melonjak dari USD273,47 juta.
Ekuitas bersih terkumpul USD3,57 miliar, menanjak dari akhir tahun lalu USD3,54 miliar. Jumlah liabilitas USD2,76 miliar, mengalami perosotan dari akhir 2023 senilai USD3,05 miliar. Total aset USD6,33 miliar, berkurang dari akhir tahun sebelumnya USD6,59 miliar. (*)
Related News
Baramulti (BSSR) Tebar Dividen Interim Rp406 per Saham, Cek Jadwalnya!
RKAB 3 Anak Usaha BYAN Terbit, ESDM Pastikan Tak Terkait Haji Isam
Akuisisi Saham Bayan (BYAN) Oleh Emiten Haji Isam Belum Kantongi Izin
Hemat Biaya Sewa, DYAN Beli Aset Rp36M dari Dapen Kompas Gramedia
Kurangi Porsi jadi 56,56 Persen, Infiniti Wahana Masih Pengendali SAFE
Tambah Saham Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) Lagi, UBS AG Sasar Ini





