Melejit 913 Persen, SILO Kuartal I-2025 Raup Laba Rp255,8 Miliar
Gedung Rumah Sakit Siloam Hospitals berada di tepian pantai. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Siloam Hospital (SILO) sepanjang kuartal pertama 2025 mengemas laba bersih Rp255,8 miliar. Melejit 913 persen dari edisi sama tahun lalu Rp25,26 miliar. Net profit margin melesat menjadi 10,9 persen dari periode sama tahun sebelumnya 1,1 persen.
Pendapatan Rp2,35 triliun, tumbuh tipis 0,4 persen dari episode sama tahun lalu Rp2,34 triliun. Ebitda Rp670,28 miliar, susut 5,1 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp706,25 miliar. Ebitda margin mengalami perosotan ke 28,5 persen dari edisi sama tahun lalu 30,2 persen.
Kinerja operasional, dan keuangan stabil, mencerminkan eksekusi disiplin, dan optimalisasi jaringan efektif. Capaian itu, terjadi di tengah tekanan musiman akibat libur hari raya lebih panjang dan tidak adanya puncak penyakit musiman.
Siloam mencatat 75.259 pasien rawat inap, dan 233.109 hari rawat inap. Sementara kunjungan rawat jalan tetap kuat di atas 1,05 juta. Perseroan mempertahankan 4.195 tempat tidur operasional, dengan tingkat hunian sebesar 62,4 persen di tengah musim libur panjang.
Siloam terus memperkuat posisi sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan terkemuka Indonesia, sekaligus mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin regional Asia Tenggara. Di tengah tantangan sektor kesehatan, Siloam telah menunjukkan keberhasilan eksekusi dari berbagai inisiatif strategis dengan meningkatkan kapabilitas klinis, dan memperluas layanan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
”Kami tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan pasien unggul sekaligus mengoptimalkan operasional rumah sakit guna mendukung performa keuangan jangka panjang, keunggulan operasional, dan pertumbuhan berkelanjutan,” tukas David Utama, Presiden Direktur Siloam. (*)
Related News
Panggilan RUPSLB PLIN, Bahas Pengurangan Modal dan Penjaminan Aset
Tak Hanya BCA, Ini Sederet Emiten yang Siap Buyback Saham
WIIM Integrasikan Operasi Divisi Filter Lewat Office Block Baru
Lanjutkan Hajatan Obligasi Rp3T, Hino Finance Rilis Rp800M
Kinerja Produksi 2025 Solid, IPCM Siap Tancap Gas di 2026
Puncaki ARA Saat yang Lain ARB, Saham STAR Berujung Suspensi





