Melesat 48 Persen, CBDK 2025 Catat Laba Rp1,4 Triliun
Properti milik Agung Sedayu Group. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Sepanjang 2025, Bangun Kosambi (CBDK) mencatat pendapatan Rp2,5 triliun, meningkat 11 persen secara tahunan, dan laba bersih melesat 48 persen menjadi Rp1,4 triliun. Kinerja itu, diikuti peningkatan profitabilitas kuat, dengan margin laba kotor 66 persen, dan margin laba bersih meningkat 54 persen, mencerminkan kualitas pendapatan makin solid.
Pencapaian tersebut didukung komposisi produk makin optimal, kemampuan CBDK memonetisasi portofolio aset, dan pengembangan kawasan. Itu seiring peningkatan kontribusi produk dengan margin tinggi di kawasan PIK2, khususnya distrik bisnis CBD PIK2. Per 31 Desember 2025, total aset tercatat Rp23 triliun, mencerminkan fondasi keuangan CBDK dalam mendukung pengembangan kawasan secara berkelanjutan.
Struktur neraca solid itu, memberi fleksibilitas bagi perseroan untuk terus mengembangkan proyekproyek strategis, mengoptimalkan nilai kawasan di PIK2 seiring meningkatnya aktivitas bisnis, dan komersial di kawasan tersebut.
Sebagai bagian dari strategi pengembangan jangka panjang, saat ini perseroan mengelola cadangan lahan seluas sekitar 702 hektare menjadi modal utama bagi pengembangan berbagai proyek residensial, dan komersial bernilai tambah kawasan PIK2.
Dengan landbank strategis itu, perseroan memiliki visibilitas pengembangan jangka panjang sekaligus fleksibilitas untuk mendukung pipeline proyek masa depan serta mengoptimalkan monetisasi aset secara berkelanjutan.
Ke depan, CBDK optimistis bahwa pengembangan kawasan PIK2 akan terus menciptakan nilai ekonomi yang signifikan seiring dengan semakin berkembangnya ekosistem kawasan terintegrasi.
Didukung konektivitas strategis menuju Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta melalui Tol KATARAJA, dan pembangunan berbagai infrastruktur dan fasilitas berskala besar, kawasan PIK2 memiliki potensi kuat untuk berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi baru pesisir utara Jakarta.
Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, menyampaikan bahwa kinerja CBDK sepanjang2025 menunjukkan kuatnya momentum pengembangan distrik bisnis di kawasan PIK2. “Pengembangan berbagai proyek strategis, termasuk Nusantara International Convention Exhibition (NICE), diharap makin memperkuat ekosistem bisnis, pariwisata, dan gaya hidup PIK2,” tegas Steven Kusumo. (*)
Related News
Langgar Aturan Pasar Modal, OJK Jatuhkan Sanksi Ke POSA dan SBAT
Menciut! MEJA Bagi Sama Bonus 372,58 Juta Lembar Rasio 6:1
PANI Raup Laba Rp1,1 Triliun, Ini Kata Aguan
BBCA Salurkan Sisa Dividen Rp281 per Lembar, Simak Ini Jadwalnya
Mantan CEO Astra Borong Saham ASII Rp9,14 Miliar
MDIY Raih Laba Rp1,1 Triliun, Berencana Bagikan Dividen Tunai 2025





