UEA Tinggalkan OPEC Mulai 1 Mei, Apa Dampaknya?
:
0
Setelau Qatar, Uni Emirat Arab memutuskan akan keluar dari organisasi negara-negara pengekspor minyak, OPEC dan OPEC+.(Foto:VOA Indonesia)
EmitenNews.com - Di tengah ketegangan geopolitik yang dipicu serangan AS-Israel ke Iran, berita mengejutkan lain muncul dari Timur Tengah. Setelah Qatar, Uni Emirat Arab memutuskan akan keluar dari organisasi negara-negara pengekspor minyak, OPEC dan OPEC+.
Pemerintah UEA melalui kantor berita milik negara, WAM, mengumumkan bahwa mereka akan secara resmi menarik diri dari kedua kelompok tersebut terhitung mulai 1 Mei 2026 mendatang.
Para pejabat negara itu mengatakan keputusan tersebut mencerminkan strategi jangka panjang negara, visi ekonomi, dan rencana untuk memperluas investasi dalam produksi energi. Langkah ini dimaksudkan untuk memberikan Uni Emirat Arab fleksibilitas yang lebih besar dalam menetapkan kebijakan produksi minyak mentah.
Menteri Energi UEA mengatakan kepada Reuters bahwa penarikan diri tersebut akan membebaskan negara itu dari kewajiban kuota produksi OPEC dan OPEC+. Ia mengatakan tidak ada konsultasi sebelumnya dengan negara lain, termasuk Arab Saudi.
OPEC dan OPEC+ telah mengatur pasokan melalui kuota produksi untuk negara-negara anggota. Keluarnya UEA berarti negara tersebut akan mengejar kebijakan produksi minyaknya sendiri di luar batasan tersebut.
Pasar mengamati apakah UEA akan meningkatkan produksi setelah keluar dari zona euro. Pemerintah mengatakan akan menyesuaikan pasokan secara bertahap dan hati-hati sesuai dengan kondisi pasar.
Qatar meninggalkan OPEC pada tahun 2019. Jika UEA, produsen minyak utama lainnya, juga keluar, hal itu dapat memicu pertanyaan tentang pengaruh kelompok yang dipimpin Saudi tersebut.
Mengapa UEA meninggalkan salah satu aliansi minyak terpenting di dunia? Perselisihan internal apa yang mendorong keputusan UEA? Dan, sebagai salah satu produsen minyak utama dunia, apa dampak potensial yang mungkin ditimbulkan oleh keluarnya UEA?
Mengapa UEA Keluar
Didirikan pada tahun 1960, OPEC adalah kelompok eksportir minyak terbesar di dunia yang mengoordinasikan produksi untuk memengaruhi pasokan dan harga global.
Related News
RUPST BJB Angkat Ratu Laut Kidul Jadi Komut, Mari Kenali Sosoknya
Kecelakaan KA, Danantara Siap Evaluasi Keamanan Tidak Hanya Kereta Api
Sinyal dari Menperin, Mobil Listrik Juga Dipertimbangkan dapat Subsidi
Pelemahan Rupiah, dan Buntunya Resolusi Konflik AS Versus Iran
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 Per Gram
Perlahan Menguat, Rupiah Menyentuh Level Rp17.211





