Meskipun begitu, KLIN tetap membukukan keuntungan EBITDA (Earnings Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization) positif sebesar Rp463.593.778 di tahun 2022, naik 12% dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp415.539.903.

 

Proyeksi Omzet Penjualan 2023

 

Dengan meningkatnya aset dan kapasitas produksi, Direktur Utama PT Klinko Karya Imaji Tbk, Anggun Satriya Supanji mengatakan, “Kami menargetkan omzet penjualan KLIN tahun ini sebesar Rp18 miliar secara keseluruhan, dengan proyeksi kontribusi dari segmen pasar retail sebesar Rp14 miliar, pasar ekspor sebesar Rp3 miliar, dan pasar e-commerce sebesar Rp1 miliar.”

 

Untuk mencapai target tersebut, pasar domestik masih menjadi target utama penjualan pada 2023 ini. KLIN optimis terhadap pasar domestik karena memiliki produk yang berkualitas. Bahkan beberapa produk KLIN seperti serbet dan keset masuk dalam rekomendasi 10 produk terbaik dari situs independen My-best.id. Situs ini berasal dari Jepang yang memberi layanan rekomendasi produk dan dibaca oleh empat juta user per bulan.

 

Pada 2022 lalu, pasar domestik memberikan kontribusi sebesar Rp6.811.021.808 atau 90% dari total penjualan Perseroan. KLIN akan memperkuat pasar domestik dengan memperluas jaringan distributor, e-commerce dan mengeluarkan varian produk baru serta menggenjot pasar ekspor untuk memenuhi target penjualan pada 2023. Selain itu KLIN akan melakukan berbagai aktivitas marketing, baik digital maupun non digital untuk meningkatkan brand awareness serta corporate awareness.

 

KLIN memperkuat ekspansi di pasar internasional dengan berencana mengekspor produk keset ke Malaysia bekerja sama dengan MR.DIY Malaysia mulai Mei 2023. Proyeksi nilai ekspor perdana KLIN ke MR. DIY Malaysia sebesar Rp391.500.000 dengan total jumlah volume 22.000 pcs.

 

“Kami optimis dengan dukungan jaringan ritel MR.DIY Malaysia yang memiliki 894 gerai di Malaysia. Hal ini akan semakin memperkuat brand KLINKO dan mempercepat pemenuhan target penjualan di tahun 2023” pungkas Anggun.